Cara Bijak Memberi Akses Buah Hati Main Gadget

Reporter : Dwi Ratih
Kamis, 13 Agustus 2020 18:35
Cara Bijak Memberi Akses Buah Hati Main Gadget
Yup, tanpa disadari sekolah online membuat anak jadi lebih banyak terpapar gadget.

Dream - Perkembangan zaman membuat gadget jadi bagian hidup kita. Dengan gawai yang seperti tak bisa lepas dari tangan, kita bisa mencari informasi, berita, hingga hiburan. Semuanya bisa dilakukan sambil duduk atau rebahan santai.

Sejak pandemi Covid-19, gadget juga menjadi alat pendukung untuk berbagai macam aktivitas. Mulai dari online meeting untuk kalangan pekerja hingga proses ajar-mengajar yang sedang dijalani anak usia sekolah.

Ilustrasi© Shutterstock

Bak simalaka, anak-anak yang selama ini kita batasi menggunakan gadget akhirnya harus mulai membiasakan diri dengan gawai tersebut. 

Namun bukan berarti kita meski berpasrah diri dengan kondisi ini. Orang tua tetap harus pintar membatasi sang buah hati agar tidak kecanduan menggunakan gadget.

1 dari 5 halaman

Gimana peran orang tua?

Sebenarnya bagaimana sih cara orang tua bijak memberikan akses gadget untuk buah hati?

“ Memberikan akses gadget ke anak boleh tapi perhatikan usia anaknya sudah cukup atau belum, terapkan aturannya, awasi juga dan jangan lupa didampingi karena kasih sayang orang tua itu tidak bisa diganti oleh apapun termasuk gadget,” saran Devi Harvens, Content team Rumah Lebah Islamic Parenting Support.

Ilustrasi© Shutterstock

Gadget juga sering dijadikan senjata orang tua jika anak rewel, tapi Devi menekankan kembali bahwa jangan lupa peran orang tua dalam mendampingi buah hati karena tetap membutuhkan kasih sayang dari orang tua.

2 dari 5 halaman

Simak penjelasan lengkapnya

Sahabat Dream ingin tahu lebih lengkap tentang obrolan bijak memberikan gadget ke anak bersama @rumahlebah.id? Langsung saja tonton siaran ulangnya di IGTV Dream.

      View this post on Instagram

A post shared by Dream.co.id (@dreamcoid) on Aug 12, 2020 at 1:06am PDT

Laporan: Shania Suha Marwan

3 dari 5 halaman

Pekan ASI Sedunia, Berikan ASI Eksklusif Demi Cegah Stunting

Dream - Pemberian Air Susu Ibu (ASI) secara eksklusif di Indonesia ternyata masih belum dilaksanakan dengan baik. Bayi 0 hingga 6 bulan, hanya butuh ASI dari ibunya untuk memenuhi kebutuhan gizinya.

Tak ada susu formula semahal apapun yang bisa menandingi ASI. Untuk itu sangat penting hanya memberikan ASI saja selama 6 bulan, tanpa campuran susu formula lain, demi tumbuh kembang anak yang optimal. Salah satunya adalah mencegah stunting.

" Pemberian ASI selama 6 bulan pertama adalah cara terbaik untuk memenuhi kebutuhan gizi anak dalam rangka melanjutkan pertumbuhan otak, hati dan sistem imunnya," kata Wakil Presiden Ma'ruf Amin dalam webinar Invest-ASI Indonesia Untuk Bumi yang Lebih Sehat, hari ini 12 Agustus 2020 yang disiarkan di YouTube TP2AK Stunting

4 dari 5 halaman

Cegah Stunting

Dampak positif pemberian ASI secara eksklusif adalah mencegah stunting. Stunting adalah gangguan tumbuh kembang anak yang disebabkan kekurangan asupan gizi, terserang infeksi, maupun stimulasi yang tak memadai.

" Pemberian ASI juga menjadi salah satu intervensi prioritas yang terbukti efektif dalam pencegahan stunting. Saat ini Pemerintah sedang berupaya untuk menurunkan prevalensi stunting hingga 14% pada tahun 2024. Oleh karena itu, pemberian ASI kepada anak harus terus didorong agar prevalensi stunting dapat segera diturunkan," pesan Ma'ruf.

5 dari 5 halaman

Fakta Miris

Fakta yang juga membuat miris, menurut pemaparan Ma'ruf, sebagian besar anak Indonesia tak mendapat ASI eksklusif. Padahal sumber gizi pertama dan yang utama bagi anak berada di payudara ibunya.

" Menurut data Kementerian Kesehatan bayi yang memperoleh ASI eksklusif di Indonesia masih di bawah 50 persen. Artinya masih lebih dari setengah anak-anak Indonesia tidak memperoleh haknya mendapatkan ASI eksklusif," kata Ma'ruf.

Pelajari Soal ASI

Bagi ibu yang menyusui dan yang sedang hamil, gali informasi soal menyusui sebanyak mungkin. Bisa melalui internet, buku, video dan media lainnya. Bagaimana jika tak bisa mengatasi masalah menyusui sendirian?

Jangan ragu untuk membicarakan dengan pasangan. Kesuksesan menyusui juga berada di tangan ayah. Cara lainnya adalah berkonsultasi dengan konselor menyusui profesional.

Hidup ASI!

Beri Komentar