Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bagaimana Caranya Mencegah Motor Dari Karat Selama Musim Hujan? (foto: Shutterstock)
Dream – Hujan tak jarang menjadi musuh bagi pengendara sepeda motor. Selain menghambat perjalanan, air hujan juga bisa merusak kendaraan.
Salah satu masalah yang baru muncul saat musim hujan atau setelahnya adalah beberapa bagian komponen yang berkarat.
Mengutip laman Federal Oil, Selasa 15 Desember 2020, beberapa bagian-bagian dari sepeda motor memang menjadi langganan tempat kotoran menumpuk. Jika dibiarkan, kotoran yang menempel itu bisa menyebabkan karat.
Agar motor tidak berkarat, hal pertama yang harus Sahabat Dream lakukan adalah mencuci motor setelah terkena hujan. cara ini sangat ampuh menghilangkan kotoran yang menempel. Jangan lupa untuk mengelap bagian sampai bersih karena sisa air bisa membuat beberapa bagian terkorosi.
Kedua, berikan pelumas yang bisa mencegah karat karat di bagian-bagian yang rentan. Dengan pelumas air yang mengendap di salah satu bagian bisa menghilang.
Langkah pencegahan ketiga adalah berikan pelindung pada sepeda motor kamu. Saat musim hujan, motor yang memakai cover akan terhindar dari air hujan yang terkadang bisa merusak atau menyebabkan munculnya karat di bagian motor.
Dream – Musim hujan sudah terjadi di beberapa wilayah Indonesia. Inilah yang menjadi salah satu tantangan bagi para pemotor. Selain menguasai teknik berkendara di jalan basah, pengemudi pun harus mempersiapkan peralatan berkendara saat hujan sampai dengan perawatan motor pada musim hujan.
Dikutip dari Federal Oil, Selasa 17 November 2020, salah satu yang mungkin terlewat saat merawat motor di musim hujan adalah memastikan rumah kunci kontak dan setang selalu aman. Posisi rumah kunci pada sepeda motor rawan kemasukan air hujan, terutama ketika motor diparkir di area terbuka saat hujan.
![]()
Jika hal tersebut terjadi terus menerus, lubang kunci rawan kemasukan air hujan yang berpotensi menimbulkan korosi.
Jika sudah begini, keluar-masuk anak kunci pada lubang kuncinya tiba-tiba tak lancar. Namun jangan dulu panik menghadapi situasi ini. Cara mengatasinya cukup mudah dan tidak perlu mengganti satu set kunci motor kamu.
Biasanya korosi yang terjadi pada lubang kunci kontak jadi pemicu seretnya keluar masuk anak kunci. Tumpukan kotoran dan air menyebabkan korosi yang berakibat menghalangi jalur keluar masuk anak kunci.
Mengatasinya cukup mudah, siapkan saja oli mesin atau oli samping. Jangan yang bekas pakai ya, khawatir ada kotoran yang akan ikut masuk. Lebih baik jika menggunakan cairan anti karat.
Oleskan oli pada anak kunci secara merata, selanjutnya masukan pada lubang kuncinya. Atau semprotkan cairan anti karat pada anak kunci dan lubang kunci secukupnya.
Lakukan gerakan memasukan dan mencabut anak kunci, lakukan secara perlahan.
Jika terlihat kotoran di penampang anak kunci, bersihkan dan kemudian tambahkan lagi oli atau cairan anti karatnya.
Lakukan langkah ini secara berkelanjutan sampai keluar masuknya anak kunci terasa lancar. Ingat, jangan melakukan secara tergesa-gesa. Jika tergesa-gesa, gerigi anak kunci akan rusak.
Dream – Menghidupkan motor bukanlah perkara yang sulit. Tinggal memasukkan kunci kontak, memutarnya ke posisi ignition, lalu memencet tombol electric starter. Motor sudah menyala dan siap melalap aspal yang kamu hendak tuju.
Jika starter elektrik bermasalah atau aki sudah soak, kamu bisa menggunakan starter manual sebagai alternatif. Namun, itu cara dulu.
Sepeda motor dengan teknologi injeksi dilarang keras untuk dihidupkan dengan cara seperti ini, memasukkan kunci kontak dan starter. Mengapa?
![]()
Dikutip dari Federal Oil, Senin, 16 November 2020, panel instrumen motor injeksi memiliki beberapa lampu indikator, speedometer, indikator bahan bakar, hingga sebuah lampu yang berwarna oranye. Lampu ini biasanya akan langsung menyala saat kunci kontak di putar ke posisi ON, sambil diikuti dengan suara “ ngeeng" .
Ini bukan sembarang lampu. Komponen ini berfungsi untuk membantumu mendeteksi apakah komponen injeksi baik-baik saja atau tidak.
Jika komponen injeksi dalam masalah, biasanya lampu ini akan memberikan kode tertentu berupa kedipan atau justru lampunya tidak mau mati. Durasi dan jumlah kedipan lampu ini berbeda sesuai dengan jenis kerusakan dan produk sepeda motornya.
Jika muncul tujuh kedipan saat motor dinyalakan, kemungkinan motor kamu mengalami masalah di bagian engine oli temperature atau engine coolent temperature. Kalau delapan kedipan muncul, bisa jadi datangnya dari sensor throttle position.
Kalau komponen injeksi motor masih normal, lampu ini hanya akan menyala sebentar, kemudian mati. Nah, saat lampu indikatir mati inilah kamu bisa mulai menghidupkan motor dengan menggunakan electric strater atau kick starter.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya