Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Masker Mini (Foto: Instagram/waleeratclinic)
Dream - Bisnis klinik kecantikan di Thailand kembali menggeliat setelah kebijakan pelonggaran lockdown yang dilakukan pemerintah. Pengelola klinik menyambut New Normal dengan memodifikasi praktik kerja sebagai upaya penerapan protokol kesehatan.
Sebuah klinik kecantikan di Bangkok diketahui merancang sebuah masker wajah mini untuk para klien yang datang. Bentuk masker ini hanya hanya menutupi hidung dan mulut. Dengan cara itu para ahli kecantikan bisa beraksi menangani perawatan kliennya.
Dengan bagian pipi dan bawah mata yang terbuka, para dokter kecantikan diklaim lebih aman melakukan tindakan medis tanpa harus melakukan kontak dengan hidung dan mulut pasien.
" Awalnya, saya pikir masker itu aneh tapi sebenarnya sangat hebat karena dirancang khusus untuk membuat kita aman selama menerima perawatan wajah," kata Kannika Sae-Ngow, seorang pelanggan di Klinik Waleerat yang menerima perawatan laser pada hari Selasa, 2 Juni 2020.
Klinik saat ini tidak menjual masker unik tersebut dan mengatakan mereka memiliki sekitar 100 masker yang dapat didesinfeksi untuk digunakan kembali.
" Kami juga berencana untuk merancang versi lain dari masker ini yang dapat menutupi sebagian hidung sehingga dokter dapat merawat hidung tanpa harus melepas masker," kata kepala pemasaran klinik Wisarut Krimthungthong.
Klinik ini juga mengambil tindakan pencegahan lain termasuk mengurangi jumlah klien setiap hari menjadi 15. Sebelum pandemi, klinik ini memiliki pasien lebih dari 100, melakukan pemeriksaan suhu dan pemeriksaan kesehatan lainnya.
Staf juga menggunakan pelindung plastik selama perawatan, dan beberapa operasi administrasi dilakukan secara online.
" Kebijakan tersebut telah mengurangi jumlah waktu yang dihabiskan pelanggan di sini kurang lebih satu jam," kata pendiri klinik Waleerat Thaweebanchongsin.
Thailand saat dalam fase ketiga pelonggaran kebijakan lockdown, yang termasuk memungkinkan klinik kecantikan untuk melanjutkan bisnis.
Thailand sendiri memiliki 3.000 kasus Covid-19 dan 58 kematian, tetapi tidak melaporkan penularan lokal dalam sepekan terakhir.
(Sah, Sumber: Asiaone)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya