Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Stimulasi Sederhana Untuk Bayi.
Dream - Selama 18 bulan pertama, Anda pasti akan melihat buah hati mengalami perkembangan pesat. Kebiasaan tidur, makan dan kemampuannya juga berubah dan serta meningkat.
Meski bayi akan tumbuh sesuai dengan usianya, stimulasi juga harus dilakukan. Bayi-bayi yang diberi stimulasi secara teratur akan memiliki kemampuan motorik dan bahasa yang lebih baik.
Stimulasi ini bisa dilakukan ayah, ibu atau pengasuhnya di rumah. Catat dan selalu ajak si kecil bermain sambil memberikan stimulasi berikut sesuai usianya.
Usia 0-6 bulan
Setelah melahirkan, bayi hanya tahu caranya menangis dan makan, tapi ketika mereka mencapai usia 6 bulan, mereka akan tertawa, berguling, mengoceh, bahkan mulai merangkak.
Aktivitas yang bisa dilakukan adalah buat mereka tengkurap dan taruh mainan di sekelilingnya. Hal ini bisa menguatkan otot, leher, bahu, dan badannya. Bisa juga mengambil
mainan berbunyi dan bunyikan sejauh mungkin sehingga anak bisa meraihnya. Hal tersebut bisa melatih penglihatan anak.
Usia 6-12 bulan
Ini masa transisi dari bayi ke balita. Saat usia 6 bulan, mereka hanya bisa bergerak di tempat. Di usia 12 bulan, mereka bisa berdiri atau bahkan berjalan. Fokusnya paling besar adalah
mengembangkan pikirannya.
Aktivitas yang bisa dilakukan, mainkan saklar lampu. Gendong anak Anda dan demonstrasikan cara Anda mematikan lampu sambil beritahukan pada anak tentang lampu nyala dan mati lalu
ajak mereka untuk mencobanya.
Anak-anak pasti akan senang karena mereka bisa memberikan dampak pada dunia di sekelilingnya. Bermain ciluk ba juga bisa membantu bayi Anda dalam perkembangannya seperti mempelajari dampak dan penyebab dan kehadiran benda.
12-18 bulan
Saat bayi Anda menjadi balita, yang paling disorot adalah perkembangan bahasanya. Usia tersebut adalah usia yang tepat untuk mempelajarinya kosakata baru. Aktivitasnya bisa dengan memberikan petunjuk pada anak bisa menyenangkan seperti " tepuk tangannya" atau " lambaikan tangan" sambil tentunya Anda peragakan.
Tujuannya bukanlah agar anak Anda menurut dengan apa yang Anda katakan, tapi lebih ke arah peningkatan bahasa dan kemampuan komunikasinya. Atau dengan menggunakan buku atau foto binatang. Anda bisa tanyakan hewan apa ini dan bagaimana cara hewan itu bersuara yang membantu melatih otot pada mulut bayi.
Laporan Gemma Fitri Purbaya
Sumber: Health Line
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO


Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari