Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(c) Shutterstock
Setiap ibu pasti ingin agar si buah hati bisa menjadi anak yang sehat, aktif, bahagia, dan sukses di masa depannya. Untuk itulah, dukungan dan peran ibu sangat diperlukan untuk mewujudkan hal tersebut. Terlebih lagi karena anak kecil terkadang memiliki rasa ingin tahu yang besar dan selalu ingin mencoba berbagai hal yang baru.
Selain memberikan dukungan, ibu juga wajib memenuhi nutrisi anak agar proses pertumbuhan dan perkembangannya bisa terjadi secara optimal. Selain itu, pemenuhan nutrisi untuk anak yang dilakukan secara tepat ternyata juga dapat berdampak baik bagi kesehatan saluran cerna si kecil. Sebab, pada dasarnya, kesehatan saluran cerna ini memiliki peran penting dalam menjaga daya tahan tubuh anak, lho. Kok bisa?
Yup, sistem pencernaan manusia pada dasarnya memiliki kaitan yang erat dengan sistem imun dan daya tahan tubuh. Bahkan, 70% sistem kekebalan tubuh nyatanya berasal dari sistem pencernaan, lho. Perlu diketahui bahwa di dalam usus sendiri terdapat berbagai jenis bakteri baik, seperti prebiotik dan probiotik. Apabila saluran cerna tersebut nggak dijaga kesehatannya dengan baik, maka jumlah bakteri yang ada di dalamnya akan berkurang.
Lantas, apa dampak buruknya? Pengurangan jumlah bakteri baik tentu akan menciptakan ketidakseimbangan pada kondisi usus. Alhasil, proses penyerapan nutrisi di dalam tubuh jadi terganggu dan berakhir dengan daya tahan tubuh yang melemah serta mudah terserang penyakit.

Biostime bisa menjadi andalan setiap ibu untuk memenuhi nutrisi anak serta menjaga kesehatan saluran cernanya. Produk susu formula bayi dan susu pertumbuhan ini diformulasikan khusus menggunakan bahan baku kualitas terbaik dari New Zealand dan Australia untuk mendukung tumbuh kembang Advanced Generation. Terlebih lagi, susu ini juga hadir dengan formula BioShield A+ yang terdiri dari Digestive A+, Immune A+, dan Smart A+.
Digestive A+ pada susu Biostime berfungsi untuk mendukung sistem pencernaan yang sehat karena di dalamnya terkandung FOS Inulin 2000mg. Sebagai informasi, kandungan FOS Inulin pada Biostime merupakan yang tertinggi di kelasnya. Selain itu, FOS Inulin tersebut juga termasuk ke dalam prebiotik baik yang berguna untuk meningkatkan pertumbuhan probiotik dalam tubuh.
Selanjutnya adalah Immune A+. Formula ini berguna untuk mendukung daya tahan yang kuat, berkat kandungan vitamin C, D3, E, A, serta Zinc yang tinggi di dalamnya. Vitamin C dan E di sini berperan sebagai garis perlindungan pertama, yaitu dengan menjaga keutuhan dan kekuatan sel serta meregenerasi sel.
Sementara itu, vitamin D yang termuat di dalam susu ini berfungsi sebagai garis perlindungan kedua, yaitu dengan meningkatkan proses penghancuran kuman dan sel rusak di dalam tubuh, serta mendukung sistem kekebalan tubuh untuk melawan sel kanker dan virus. Nggak ketinggalan, kandungan Zinc di susu Biostime dapat berguna sebagai garis perlindungan ketiga, di mana bekerja dengan meningkatkan kemampuan untuk memproduksi antibodi, serta limfosit T dan B.
Terakhir adalah Smart A+, yang dukung kemampuan Multiple Intelligences (IQ, SQ, EQ) pada anak. Ini semua tentu berkat kandungan Cod Liver Oil, DHA, ALA dan LA yang ada di dalam formula ini. Nah, dengan formula BioShield A+ dan bahan-bahan terbaik di dalamnya, nggak heran jika Biostime menjadi susu bayi dan anak yang bisa diandalkan untuk para ibu.
Susu Biostime ini juga dapat dikonsumsi oleh anak berusia 0 bulan hingga 5 tahun. Sebab, ada beberapa varian yang disediakan, seperti Biostime 1-3 tahun, dan Biostime untuk usia 3-5 tahun. So, sudah siapkah ibu untuk dukung pertumbuhan dan nutrisi anak dengan susu Biostime?
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya