6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Gelaran Koleksi Khusus Pengguna Kursi Roda. (Source: Instagram @fadumasfellowship)
Dream - Desainer pakaian wanita asal Inggris sekaligus pendiri Faduma's Fellowship, Faduma Farah, pertama kalinya menampilkan koleksi yang dirancang untuk pengguna kursi roda pada London Fashion Week (LFW) 2022 yang dihelat di Devonshire Square.
Ia menggandeng Harriet Eccleston untuk bekerja sama membuat koleksi tersebut. Faduma's Fellowship sendiri didirikan pada April 2021 untuk memberikan kesempatan kepada perancang busana berbakat untuk bekerja sama dalam menciptakan koleksi bagi pengguna kursi roda sebagai tujuan utamanya.

Tujuan utama tersebut didasari dengan kondisi Faduma yang merupakan pengguna kursi roda akibat lumpuh karena infeksi meningitis 10 tahun lalu. Lebih dari 20 desainer melamar beasiswa ini dan berhasil dimenangkan oleh Harriet Eccleston dari Derbyshire, lulusan Universitas Northumbria.
" Sudah banyak diskusi tentang ukuran, ras, dan usia yang berbeda dalam industri fashion. Namun pakaian adaptif tidak pernah dibicarakan," kata Eccleston.
View this post on Instagram
Pakaian adaptif adalah pakaian dirancang untuk penyandang cacat fisik atau orang tua yang mungkin mengalami kesulitan berpakaian sendiri karena kesulitan jika ada kancing, ritsleting, atau karena kurang bebas bergerak untuk berpakaian sendiri.
Bekerja sama dengan Rebecca dan Melissa Everett, mantan teman sekelas Eccleston, mereka meneliti tentang kurangnya keragaman dalam industri mode disabilitas.
" Saya ingin setiap wanita yang saya desain pakaiannya menjadi versi paling percaya diri dan terkuat dari dirinya," kata Eccleston.
View this post on Instagram
Peragaan busana menampilkan enam model menggunakan kursi roda dengan model pakaian yang menggunakan kancing magnet, saku samping, dan jahitan tersembunyi.
“ Pakaian dalam koleksi ini secara khusus dibuat untuk setiap model individu dan tersedia untuk distributor dalam berbagai ukuran,” katanya kepada Byrdie.
Koleksi ini mencakup pakaian segala musim yang tersedia dalam berbagai warna. Adapun koleksi yang diluncurkan di antaranya adalah jas, kemeja, celana panjang, jas hujan dengan penutup kaki, jumpsuit, gaun, dan tank top. Semuanya dirancang agar lebih mudah dikenakan dan stylish.
Selain itu, kain yang digunakan juga sejuk, ringan, dan ramah lingkungan. " Kain yang sejuk, bebas kerut dan ramah lingkungan adalah bagian penting untuk memastikan pakaian membuat pemakainya tetap nyaman," lanjut Eccleston.
Eccleston memahami sebelum mendesain, ia ingin saat pakaiannya dikenakan membuat orang menjadi versi terbaik dari diri mereka.
“ Pilihan pakaian kita seringkali menjadi indikasi pertama bahwa orang-orang di sekitar kita memahami karakter kita. Ini seharusnya tidak berbeda untuk pengguna kursi roda. Saya berharap pengguna dapat mengekspresikan dirinya melalui pakaian ini dan mengenakan pakaian yang dia suka tanpa merasa terbatas atau terkekang," tambahnya.
Gelaran koleksi tersebut ditutup dengan kehadiran sejumlah orang penting dan pidato menyentuh hati dari Farah yang mengingatkan dunia bahwa pengguna kursi roda itu juga penting untuk diperhatikan. " Apakah saya harus berada di kursi roda untuk dapat membuat pakaian," ujar Farah.
“ Saya pikir semua orang harus bisa berpakaian dan merasa baik. Saat toko-toko, membuat desain, pikirkan orang di kursi roda. Mari kita bisa berbelanja, sama seperti orang lain" .
Visibilitas yang diciptakan Farah dan Eccleston untuk komunitas penyandang disabilitas yang kurang terwakili akan terus mendapat perhatian. Duo ini berharap dapat menginspirasi para desainer dan komunitas mode untuk menyadari kurangnya kesempatan bagi penyandang disabilitas dan memulai perubahan.
Laporan: Syifa Putri Naomi
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
