Desainer Asal New York Tampilkan Koleksi Khusus Difabel

Reporter : Cynthia Amanda Male
Rabu, 6 Oktober 2021 16:12
Desainer Asal New York Tampilkan Koleksi Khusus Difabel
Seperti apa koleksinya?

Dream - Desainer pakaian wanita asal Inggris sekaligus pendiri Faduma's Fellowship, Faduma Farah, pertama kalinya menampilkan koleksi yang dirancang untuk pengguna kursi roda pada London Fashion Week (LFW) 2022 yang dihelat di Devonshire Square.

Ia menggandeng Harriet Eccleston untuk bekerja sama membuat koleksi tersebut. Faduma's Fellowship sendiri didirikan pada April 2021 untuk memberikan kesempatan kepada perancang busana berbakat untuk bekerja sama dalam menciptakan koleksi bagi pengguna kursi roda sebagai tujuan utamanya.

Faduma Farah© Instagram @fadumasfellowship

Tujuan utama tersebut didasari dengan kondisi Faduma yang merupakan pengguna kursi roda akibat lumpuh karena infeksi meningitis 10 tahun lalu. Lebih dari 20 desainer melamar beasiswa ini dan berhasil dimenangkan oleh Harriet Eccleston dari Derbyshire, lulusan Universitas Northumbria.

" Sudah banyak diskusi tentang ukuran, ras, dan usia yang berbeda dalam industri fashion. Namun pakaian adaptif tidak pernah dibicarakan," kata Eccleston.

1 dari 3 halaman

      View this post on Instagram      

A post shared by Faduma’s Fellowship (@fadumasfellowship)

Pakaian adaptif adalah pakaian dirancang untuk penyandang cacat fisik atau orang tua yang mungkin mengalami kesulitan berpakaian sendiri karena kesulitan jika ada kancing, ritsleting, atau karena kurang bebas bergerak untuk berpakaian sendiri.

Bekerja sama dengan Rebecca dan Melissa Everett, mantan teman sekelas Eccleston, mereka meneliti tentang kurangnya keragaman dalam industri mode disabilitas.

" Saya ingin setiap wanita yang saya desain pakaiannya menjadi versi paling percaya diri dan terkuat dari dirinya," kata Eccleston.

2 dari 3 halaman

Detail koleksi

      View this post on Instagram      

A post shared by Faduma’s Fellowship (@fadumasfellowship)

Peragaan busana menampilkan enam model menggunakan kursi roda dengan model pakaian yang menggunakan kancing magnet, saku samping, dan jahitan tersembunyi.

“ Pakaian dalam koleksi ini secara khusus dibuat untuk setiap model individu dan tersedia untuk distributor dalam berbagai ukuran,” katanya kepada Byrdie.

Koleksi ini mencakup pakaian segala musim yang tersedia dalam berbagai warna. Adapun koleksi yang diluncurkan di antaranya adalah jas, kemeja, celana panjang, jas hujan dengan penutup kaki, jumpsuit, gaun, dan tank top. Semuanya dirancang agar lebih mudah dikenakan dan stylish.

Selain itu, kain yang digunakan juga sejuk, ringan, dan ramah lingkungan. " Kain yang sejuk, bebas kerut dan ramah lingkungan adalah bagian penting untuk memastikan pakaian membuat pemakainya tetap nyaman," lanjut Eccleston.

3 dari 3 halaman

Eccleston memahami sebelum mendesain, ia ingin saat pakaiannya dikenakan membuat orang menjadi versi terbaik dari diri mereka.

“ Pilihan pakaian kita seringkali menjadi indikasi pertama bahwa orang-orang di sekitar kita memahami karakter kita. Ini seharusnya tidak berbeda untuk pengguna kursi roda. Saya berharap pengguna dapat mengekspresikan dirinya melalui pakaian ini dan mengenakan pakaian yang dia suka tanpa merasa terbatas atau terkekang," tambahnya.

Gelaran koleksi tersebut ditutup dengan kehadiran sejumlah orang penting dan pidato menyentuh hati dari Farah yang mengingatkan dunia bahwa pengguna kursi roda itu juga penting untuk diperhatikan. " Apakah saya harus berada di kursi roda untuk dapat membuat pakaian," ujar Farah.

“ Saya pikir semua orang harus bisa berpakaian dan merasa baik. Saat toko-toko, membuat desain, pikirkan orang di kursi roda. Mari kita bisa berbelanja, sama seperti orang lain" .

Visibilitas yang diciptakan Farah dan Eccleston untuk komunitas penyandang disabilitas yang kurang terwakili akan terus mendapat perhatian. Duo ini berharap dapat menginspirasi para desainer dan komunitas mode untuk menyadari kurangnya kesempatan bagi penyandang disabilitas dan memulai perubahan.

Laporan: Syifa Putri Naomi

Beri Komentar