Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Kementerian Dalam Negeri, Arab Saudi membuat aplikasi bernama Absher. Aplikasi tersebut diunggah ke Google Play Store dan Apple Store.
Dengan aplikasi ini, warga Saudi dapat memproses sejumlah masalah, semisal paspor, akta kelahiran, dan pendaftaran kendaraan. Tetapi, aplikasi tersebut dapat digunakan untuk membatasi ruang gerak perempuan.
Seperti diketahui sistem perwalian Saudi mengutamakan laki-laki. Tiap perempuan yang hendak berpergian perlu mendapat persetujuan dari wali yang biasanya kerabat laki-laki atau suaminya.
Dengan kondisi itu, Absher dapat dianggap membatasi ruang gerak perempuan. Sebab, tiap perempuan harus terlebih dahulu meminta izin laki-laki ketika menjalani perjalanan atau meninggalkan negara itu.
" Kami meminta Apple dan Google untuk menilai risiko pelanggaran hak asasi manusia terhadap perempuan, yang difasilitasi oleh aplikasi ini, dan mengurangi kerugian yang dimiliki App terhadap wanita," kata Amnesty International, dikutip dari NDTV, Rabu, 13 Februari 2019.
Aplikasi ini telah dipasang sebanyak 1 juta pengguna Android. Sementara itu, untuk pengguna iOS, Apple tak memaparkan data.
Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi menyebut jumlah lain. Mereka menulis sebanyak 11 juta pengguna telah menggunakan Absher.
Meski telah didesak oleh anggota parlemen Saudi, Google dan Apple belum memberi atas permintaan penghentian aplikasi itu.
Peneliti Timur Tengah untuk Human Rights Watch, Adam Coogle, mengatakan, pemerintah Saudi menggunakan aplikasi ini untuk mendiskriminasi perempuan.
" Oleh karena itu mereka yang menyediakan aplikasi harus memastikan bahwa aplikasi mereka mematuhi persyaratan layanan dan menganjurkan Arab Saudi mengubah hukum dan ubah aplikasinya. "
Kritik terhadap aplikasi ini mencuat usai seorang remaja putri, Rahaf Muhammad melarikan diri dari Arab Saudi. Dia kini mendapat suaka politik di Kanada.
Pelarian dan kritiknya terhadap pemerintah Saudi telah menarik perhatian yang tinggi pada hukum perwalian pria di negara itu. Seruan untuk perubahan datang di tengah skandal abadi atas pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi di Konsulat Saudi di Istanbul, Turki pada Oktober 2018. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya