Didiet Maulana: Kain Tenun Tetap Modis untuk Anak Muda

Reporter : Dwi Ratih
Sabtu, 8 Agustus 2015 10:24
Didiet Maulana: Kain Tenun Tetap Modis untuk Anak Muda
Pada Arpril lalu, rancangan dari pria yang menamatkan sekolah di bidang arsitektur tersebut dipercaya pihak APEC untuk merancang seluruh pakaian Kepala Negara yang hadir di Bali.

Dream - Perkembangan fesyen Tanah Air semakin marak dengan hadirnya Ikat Indonesia, yang menonjolkan penggunaan kain tradisional khas Indonesia timur.

Salah satu desainer muda Tanah Air, Didiet Maulana mengungkapkan, ide itu berangkat dari keinginannya untuk mendekatkan anak-anak muda pada budaya Indonesia.

" Desain dari Ikat ini sendiri dirancang yang ready to wear biar lebih bisa diterima anak-anak muda. Sehingga saat memakainya jadi lebih santai dan nggak terkesan tua," jelas Didiet di acara Idea Fest, Senayan, Jakarta, Jumat 7 Aguatus 2015.

Dengan adanya Ikat, Didiet semakin terinspirasi untuk selalu mengenakan bahan dan material dari Indonesia.

" Kami bekerjasama dengan para pengarajin dari daerah seperti Bali, Makasar dan Klaten. Sehingga hal ini dapat memutar roda perekonomian di pedesaan jauh lebih cepat," tambah Didiet. 

Sejauh ini, pria yang pernah bekerja di MTv Indonesia itu telah mengembangkan Ikat menjadi tiga label baru. " Ada yang khusus kebaya, seragam sama yang Ikat Indonesia itu sendiri," tambahnya kemudian.

Sedangkan untuk kain tetap mempertahankan khasnya dengan memakai tenun yang dibuat langsung oleh tangan manusia.

Sejauh ini, Ikat Indonesia telah menoreh segudang prestasi di industri fesyen. Pada April lalu, rancangan dari pria yang menamatkan sekolah di bidang arsitektur itu dipercaya pihak APEC untuk merancang seluruh pakaian Kepala Negara yang hadir di Bali.

Disney juga pernah mengajaknya bekerjasama dalam merancang pakaian dalam edisi khusus. " Jadi saya merancang baju untuk mereka dengan sentuhan kain-kain tenun asli Indonesia," tutur Didiet menambahkan.

" Sedangkan untuk yang APEC saya diundang untuk presentasi dan kemudian bisa terpilih karena saya menceritakan proses pembuatan dari mulai pemilihan kain. Jadi ini uniknya dari Indonesia, tidak sekedar hasil akhirnya saja tapi pada prosesnya juga mengandung keindahan," ungkap Didiet antusias. (Ism) 

 

Beri Komentar