Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Foto: Dwinandaardhi.com
Dream - Perkembangan fesyen Tanah Air semakin marak dengan hadirnya Ikat Indonesia, yang menonjolkan penggunaan kain tradisional khas Indonesia timur.
Salah satu desainer muda Tanah Air, Didiet Maulana mengungkapkan, ide itu berangkat dari keinginannya untuk mendekatkan anak-anak muda pada budaya Indonesia.
" Desain dari Ikat ini sendiri dirancang yang ready to wear biar lebih bisa diterima anak-anak muda. Sehingga saat memakainya jadi lebih santai dan nggak terkesan tua," jelas Didiet di acara Idea Fest, Senayan, Jakarta, Jumat 7 Aguatus 2015.
Dengan adanya Ikat, Didiet semakin terinspirasi untuk selalu mengenakan bahan dan material dari Indonesia.
" Kami bekerjasama dengan para pengarajin dari daerah seperti Bali, Makasar dan Klaten. Sehingga hal ini dapat memutar roda perekonomian di pedesaan jauh lebih cepat," tambah Didiet.
Sejauh ini, pria yang pernah bekerja di MTv Indonesia itu telah mengembangkan Ikat menjadi tiga label baru. " Ada yang khusus kebaya, seragam sama yang Ikat Indonesia itu sendiri," tambahnya kemudian.
Sedangkan untuk kain tetap mempertahankan khasnya dengan memakai tenun yang dibuat langsung oleh tangan manusia.
Sejauh ini, Ikat Indonesia telah menoreh segudang prestasi di industri fesyen. Pada April lalu, rancangan dari pria yang menamatkan sekolah di bidang arsitektur itu dipercaya pihak APEC untuk merancang seluruh pakaian Kepala Negara yang hadir di Bali.
Disney juga pernah mengajaknya bekerjasama dalam merancang pakaian dalam edisi khusus. " Jadi saya merancang baju untuk mereka dengan sentuhan kain-kain tenun asli Indonesia," tutur Didiet menambahkan.
" Sedangkan untuk yang APEC saya diundang untuk presentasi dan kemudian bisa terpilih karena saya menceritakan proses pembuatan dari mulai pemilihan kain. Jadi ini uniknya dari Indonesia, tidak sekedar hasil akhirnya saja tapi pada prosesnya juga mengandung keindahan," ungkap Didiet antusias. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun