Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kapal Bernama Ms Tree Menangkap Moncong Roket Falcon9 (Foto: Twitter)
Dream - CEO SpaceX, Elon Musk membagikan video detik-detik ditangkapnya hidung roket Falcon 9 di lautan. Video tersebut diunggah Elon di Twitter pribadinya.
Dilaporkan Bussiness Insider, Falcon 9 diluncurkan untuk membawa satelit komunikasi. Roket itu diluncurkan di Cape Canaveral Air Force Station di Florida, Selasa, sekitar pukul 19.23. Satelit berhasil mendarat 31 menit kemudian.
Roket SpaceX Falcon 9 meluncur dai satelit komunikasi AMOS-17 di Stasiun Angkatan Udara Cape Canaveral di Florida, Amerika Serikat, Selasa, 6 Agustus 2019.
Peluncuran berlangsung pada pukul 19.23 dan satelit itu mendarat 31 menit kemudian.
Dalam video tersebut, nosecone, moncong roket, yang digunakan untuk melindungi muatan satelit jatuh kembali ke bumi. Moncong roket itu diselamatkan kapal, bernama Ms Tree di Samudera Atlantik. Kapal tersebut membawa jaring besar.
Ini bukan pertama kalinya Ms Tree berhasil menangkap bagian roket. Ms Tree juga melakukannya pada Juli 2019.
Musk mengatakan, menyelamatkan hidung roket berarti SpaceX menghemat US$6 juta, setara Rp85 miliar, dengan tidak harus membuat pengganti. Upaya ini merupakan langkah maju mendaur ulang bagian roket.
Meski demikian, usaha Ms Tree tidak selalu berhasil. Kapal itu pernah meleset saat menangkap obyek yang dijatuhkan dari helikopter.
Rocket fairing falling from space (higher res) pic.twitter.com/sa1j10qAWi
— Elon Musk (@elonmusk)August 7, 2019
Dream - Miliarder melawan miliarder. Kalimat itu mungkin cocok untuk menggambarkan perseteruan antara bos SpaceX, Elon Musk, dengan juragan Amazon, Jeff Bezos.
Musk mengawali perseteruan itu dengan membuat cuitan membalas berita rencana ambisius Amazon. Dalam berita itu, Amazon berencana meluncurkan 3.236 satelit untuk menyediakan akses internet bagi jutaan orang di seluruh dunia.
" @JeffBezos copy (logo kucing)," tulis Musk, yang dapat diartikan sebagai copycat atau tukang jiplak.
.@JeffBezos copy �
— Elon Musk (@elonmusk)April 9, 2019
Dikutip dari CNet, Kamis 11 April 2019, SpaceX telah mengumumkan rencana serupa pada Februari 2018. Waktu itu, SpaceX meluncurkan satelit internet Starlink di atas roket Falcon 9.
Jeff dan Amazon belum menanggapi secara resmi cuitan Musk tersebut. Tetapi, warganet tak sabar menunggu perseteruan itu.
Dream – Gairah, fokus, dan kerja keras menjadi kunci kesuksesan. Tapi, nyatanya, tiga hal ini tak selamanya bisa membantumu meraih puncak.
Dikutip dari Merdeka.com, Minggu 27 Januari 2019, pakar kekayaan dan penulis buku, Robert Frank, mengatakan ada tiga kata lagi yang digunakan oleh miliarder ternama, seperti Jeff Bezos dan Elon Musk.
“ Saya punya tiga hal yang saya temukan sangat penting, dan itu bukan hal biasa yang orang katakan,” kata Frank.
Dia berkata, yang pertama adalah ketidaktahuan. Para pendiri ternama, sangat buta terhadap masalah yang ingin mereka selesaikan. Itu berarti mereka berpikir out of the box dan tidak terpengaruh oleh kegagalan yang mungkin akan mereka hadapi.
Selanjutnya, obesesif. Frank mengatakan orang-orang sukses terobsesi dengan ide-idenya. Mereka tak peduli dengan apa yang dipikirkan orang lain.
" Ketika kamu memiliki ide danmelihat visi untuk gagasan itu, semua orang akan mengatakan kepada kamu bahwa itu adalah gagasan yang salah. Jika mereka mengatakan sebaliknya, kamu tahu itu tidak akan menjadi gagasan yang menang," kata dia.
Yang terakhir, lanjut Frank, adalah keinginan untuk melakukan sesuatu yang berbeda. Setiap orang sukses akan mencari 1001 macam cara untuk meraih kesuksesan. Kalau gagal, masih ada cara lain untuk meraih kesuksesan.
" Hanya ada beberapa orang yang secara alami seperti itu. Mereka seperti bertanya, bagaimana lagi Anda bisa melakukan ini," kata dia.
Terlepas dari 3 kata kunci tersebut, pengusaha serial dan profesor NYU Stern, Scott Galloway mengatakan hal yang memisahkan pengusaha dari orang lain hanyalah daya tahan yang luar biasa atau kemampuan untuk menyerap risiko.
" Para pendiri yang benar-benar sukses memiliki kesediaan total untuk berinvestasi dalam tujuan akhir mereka, terlepas dari risikonya," kata Galloway.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya