Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi
MK Sudah Putus, Drama Ijazah Gibran Belum Tamat
Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?
Pemasangan Chip Neuralink/ Foto: Instagram @neuralink
DREAM.CO.ID - Elon Musk, sosok yang dikenal sebagai inovator teknologi yang cukup berani melakukan terobosan lewat perusahaan-perusahaan yang didirikannya. Mulai dari Tesla, Space X, Starlink, dan yang kini mulai mencuri perhatian adalah Neuralink.
Neuralink sendiri merupakan perusahaan startup chip untuk otak yang dibangun Elon Musk yang didirikan pada sekitar 2016. Dikutip dari TheIndependent.co.uk, saat ini Neuralink memiliki 10.000 pasien yang menunggu untuk mendapatkan implan antarmuka otak-komputer (brain-computer interface) di tengkorak mereka.

Neuralink membuka 'Pendaftaran Pasien' di situsnya awal 2025, yang memungkinkan orang-orang di seluruh dunia untuk uji coba teknologi ini. Saat ini sudah ada 12 pasien uji klinis yang menggunakan perangkat Neuralink untuk mengendalikan komputer dengan pikiran mereka. Lalu 13 orang lainnya diperkirakan akan mendapatkan implan chip otak pada akhir tahun 2025 ini.
Saat ini, hanya orang-orang yang hidup dengan kelumpuhan akibat kondisi seperti penyakit neuron motorik atau cedera tulang belakang yang memenuhi syarat untuk uji coba Neuralink. Musk mengklaim bahwa chip otak buatannya di masa mendatang akan bisa digunakan orang-orang tanpa disabilitas untuk " mencapai semacam simbiosis dengan kecerdasan buatan" .

Miliarder ini juga mengatakan kemampuan masa depan dapat mencakup streaming musik langsung ke otak, memulihkan penglihatan bagi penyandang tunanetra, dan memungkinkan komunikasi tingkat super melalui telepati.

" Bahkan bisa sampai pada titik di mana dapat mengunggah ingatan dan pada dasarnya memiliki versi diri Anda yang tersimpan, lalu mengunduhnya ke dalam tubuh robot atau versi klon dari diri Anda yang asli," kata Musk dalam tayangan video beberapa waktu lalu saat menjelaskan soal Neuralink.
Pendiri dan presiden Neuralink, DJ Seo, mengungkapkan panjangnya daftar tunggu dalam sebuah laporan penelitian yang diterbitkan oleh Morgan Stanley minggu ini, juga memperingatkan implikasi etis dari teknologi tersebut.

" Meskipun menjadi topik dalam banyak buku dan film fiksi ilmiah, antarmuka otak-komputer (brain-computer interface) merupakan batas baru bagi umat manusia dan akan memerlukan sejumlah pertimbangan moral, etika, dan hukum-peraturan dalam pengembangannya," demikian pernyataan Seo.
Untuk produk Neuralink saat ini yaitu versi N1 dari chip Neuralink, yang terhubung ke komputer melalui Bluetooth. Chip tersebbut memungkinkan pasien yang melakukan pengujian untuk mengendalikan lengan robot, menjelajahi web, dan memainkan permainan video seperti Mario Kart, dengan pengandalian otak yang telah ditanami chip.
Advertisement
Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama

IHSG Dibuka Menguat, Investor Pantau Laporan Cadev RI

MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah Setara SMA, Tapi Tak Bisa Batalkan Status Wapres


Kenapa Pekerjaan Baru di Usia 30-an Bisa Membuat Kita Merasa Bodoh Lagi?

Setir Mobil Tiba-Tiba Berat Diputar? Ini 4 Penyebab dan Cara Mengeceknya


Pepaya vs Mangga, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah dan Pencernaan?

Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series

Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya