Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Elon Musk Dan Putranya/ Foto: Twitter Elon Musk
Dream - Sosok Elon Musk dalam dunia bisnis teknologi sangat diperhitungkan. Keberaniannya mengambil risiko membawanya pada kesuksesan Tesla, SpaceX, Open AI dan beberapa perusahaan lain.
Termasuk ketika ingin melakukan ujia coba chip otak keluaran perusahaannya, Neuralink. Pada awal Desember 2022 dalam sebuah acara, Elon mengungkap kalau dirinya akan merasa nyaman untuk menanamkan chip tersebut ke salah satu anaknya jika mereka mengalami cedera serius, seperti patah leher.
" Saya akan mengatakan kita berada pada titik di mana setidaknya, menurut saya, itu tidak berbahaya," ujar Elon.
Interface Neuralink yang diciptakan perusahaannya, dibuat sebagai alat komunikasi bagi pasien yang lumpuh dan tak bisa berbicara. Chip tersebut digunakan memungkinkan pasien untuk berkomunikasi melalui pikiran mereka.
Chip otak Neuralink memiliki kabel kecil yang tertanam dengan elektroda yang memantau aktivitas otak dan bertujuan untuk merangsang otak secara elektrik. Perusahaan berencana untuk menyematkan chip tersebut ke dalam tengkorak seseorang dengan robot Neuralink yang juga sedang dikembangkan.
Dia juga mengatakan berencana untuk memasang implan otak Neuralink pada dirinya sendiri ketika perangkat sudah siap. Elon Musk sendiri memiliki 10 anak dari 3 ibu yang berbeda. Pada beberapa kesempatan, Elon kerap mengajak putranya yang masih balita ikut rapat online.
Sumber: Business Insider
Dream - Piala Dunia Qatar (World Cup) Qatar 2022, disambut dengan penuh semangat oleh seluruh penggila bola. Bukan hanya mereka yang bisa melihat pertandingan langsung, tapi juga yang memiliki keterbatasan.
Sebuah cerita manis dibagikan akun Instagram @sebasfiloramo. Bocah asal Argentina ini mengalami kebutaan dan tetap menjadi penggemar setia timnas negaranya. Sebas tak pernah lupa menonton pertandingan Argentina.

Kebutaan tak menghalanginya untuk menikmati permainan bola yang seru. Ia selalu didampingi sang ayah saat menikmati pertandingan. Dari video yang diunggah, saat pertandingan mulai, ada papan mungil bertekstur seperti buku braille.
Jari-jari Sebas akan digerakkan oleh sang ayah untuk mengetahui posisi pemain utama di lapangan. Saat gol, tangannya akan digerakkan ke gawang. Kegembiraan pun langsung dirasakannya.

Video yang diunggah Sebas viral. Warganet ikut semangat melihat Sebas dan ayahnya yang begitu kompak menikmati piala dunia.
Banyak juga yang baru tahu cara tuna netra menikmati pertandingan sepak bola.
" Ayah terbaik sepanjang masa, kehangatannya menularrr," tulis salah satu akun.
" Aku baru tahu begini para tuna netra menikmati bola, sangat seru," ungkap akun lainnya. Lihat saja videonya.
Lihat postingan ini di Instagram
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam