Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
(Foto: Shutterstock)
Dream - Bagi sebagian calon pengantin, terkadang pusing memilih cincin perkawinan. Selain desain, jenis bahan cincin yang beragam terkadang membuat calon mempelai sulit menentukan pilihan.
Desain Cincin Tunangan dan Cincin Kawin, klik di sini.
Banyak orangtua berpendapat cincin pernikahan yang ideal terbuat dari emas kuning. Pasalnya, terlihat lebih everlasting, sakral, dan juga memiliki nilai jual yang tetap tinggi.
Berbeda dengan pemikiran anak-anak muda yang lebih mengacu pada tren, yang biasanya lebih tertarik memilih emas putih.
Sebenarnya cincin seperti apa yang terbaik untuk dipilih calon mempelai?

Menurut penuturan desainer Anne Avantie, tidak ada aturan baku dalam meilih cincin pernikahan. Anne bahkan mengatakan, cincin pernikah yang berwarna kuning hanya sebatas budaya yang diterapkan pada sebagian masyarakat saja. Sehingga tidak perlu terlalu khawatir untuk memilih cincin yang lebih modern.
"Manusia itu kan sudah diberikan akal dan budi, semuanya jalan. Apa yang menjadi tradisi memang perlu dipatuhi tetapi jangan sampai membuat dan mengebiri budaya sebagai keharusan yang pasti. Buka ruang bagi industri fesyen di Indonesia untuk melakukan sesuatu yang sifatnya untuk mengembangkan. Enggak apa-apa pakai cincin emas putih," tutur Anne, saat dijumpai di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, akhir pekan lalu.
Sependapat dengan Anne, General Manager The Palace, Jelita Setifa, juga mengatakan tren cincin pernikahan semakin mengarah pada selera masing-masing individu. Jika beberapa tahun belakangan orang masih bertahan pada desain cincin emas kuning, maka sekarang beralih pada perpaduan dua warna.

"Sekarang secara tren lebih ke warna, calon pengantin lebih berani pakai cincin kombinasi white gold dan rose gold. Kalau dulu kan kalau enggak kuning enggak emas, lalu bergeser ke white gold dan sekarang two tone," terang Jelita Setifa.
Menurut Jelita, biasanya cincin emas kuning masih dipakai oleh ornag-orang yang mendambakan konsep pernikahan tradisional. Sehingga serasi saat dipadukan dengan baju pernikahan tradisional, seperti kebaya.
"Kalau yang modern semua tergantung berdasarakan calon pengantin pokoknya semua benar-benar kembali ke calon mempelai kok sekarang itu desain dan warnanya," tutup Jelita.
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

Sambut Tren Warna 2027, JOTUN Hadirkan 24 Warna dalam Koleksi JOURNEYS

Sering Mengalami Suduken Saat Olahraga? Ini Penyebab dan Cara Cepat Meredakannya

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'