Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Konferensi Pers Festival Jajanan Bango (Foto: Dream/Okti Nur Alifia)
Dream - Festival Jajanan Bango (FJB) kembali digelar dengan puluhan penjaja yang siap memanjakan lidah penikmat hidangan otentik Indonesia.
Festival yang diinisiasi oleh PT Unilever Indonesia Tbk yang kolaborasi bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) itu berlangsung 28 hingga 30 Oktober 2022 di Plaza Timur dan Parkir Timur GBK Senayan.
FJB 2022 membawa misi kuat untuk melestarikan warisan kuliner Indonesia yang telah diadakan sejak tahun 2005. Tema yang diusung kali ini adalah ‘Kenali Rasanya Indonesia’, yang menyuguhkan aneka kelezatan kuliner otentik dari Sabang sampai Merauke yang disajikan 90 penjaja kuliner legendaris Indonesia.
“ Purpose ini kami wujudkan antara lain melalui perhelatan Festival Jajanan Bango (FJB) sejak 2005 sebagai katalisator untuk memulai komitmen bersama dalam melestarikan kuliner Indonesia,” kata Direktur Nutrition PT Unilever Indonesia, Tbk, Amaryllis Esti Wijono dalam konferensi pers Festival Jajanan Bango, Jumat, 28 Oktober 2022.
Salah satu yang paling difavoritkan adalah Sate Kuah Pontianak Bang Anek yang telah berdiri sejak 2010 di Jakarta. Berbeda dengan sate yang umumnya menggunakan bumbu kacang atau bumbu kecap, sate ini disajikan dengan kuah berempah.
“ Selain kuahnya yang terbuat dari kaldu sapi, kaldu ayam dan aneka ragam rempah, keunikan dari sate ini terletak pada sate daging sapi atau ayam yang dibumbui hingga meresap dari sehari sebelumnya,” kata Bang Anek pemilik Sate Kuah Pontianak Bang Anek.

Bang Anek menambahkan, daging tersebut kemudian dibakar dan disajikan dengan potongan ketupat, irisan timun, bumbu kacang, taburan bawang goreng, daun bawang, serta siraman kuah.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI dalam sambutan virtualnya menyampaikan, FJB merupakan bentuk kolaborasi Unilever Indonesia melalui Bango, yang turut memperkuat program ‘Indonesia Spice Up the World’ dalam memperluas pemasaran produk bumbu rempah Indonesia.

Di mana kecap adalah bumbu yang juga menjadi ciri khas dalam mempersatukan keragaman kuliner Indonesia.
FJB menjadi salah satu medium yang efektif untuk memperkenalkan aneka kuliner otentik sekaligus sosok-sosok pengusaha UMKM kuliner tradisional.
“ Eksplorasi kekayaan kuliner Indonesia perlu terus dilakukan untuk mendorong kiprah para UMKM sektor kuliner sehingga mampu berkontribusi pada perekonomian bangsa,” kata Sandiaga Uno.
Pakar kuliner Indonesia, William Wongso, mengatakan, masih banyak masyarakat, khususnya generasi muda yang belum menyadari keunikan kuliner Indonesia.
“ Contoh sederhananya hidangan rendang, banyak yang belum sadar bahwa di Sumatera Barat ada 900 Nagari atau desa yang memiliki komposisi bahan dan bumbu yang berbeda untuk mengolah rendang,” ungkapnya.

Amaryllis Esti Wijono mengatakan ada 3.259 ragam kuliner otentik yang hingga kini terpantau, namun baru segelintir di antaranya yang dikenali oleh masyarakat luas.
Berdasarkan data dari Universitas Gadjah Mada (UGM) yang dipaparkan oleh Amaryllis, masih banyak masyarakat yang tidak mengetahui bahwa negeri Indonesia memiliki 104 jenis nasi goreng, 252 ragam sate, lebih dari 100 varian soto, hingga 322 macam sambal.

Begitupun pengetahuan tentang kuliner khas daerah. Misalnya, kuliner Minang baru dikenal dengan Rendang, kuliner Palembang dengan Pempek, kuliner Yogyakarta dengan Gudeg, dan lain-lain.
Padahal, tercatat kuliner khas Minangkabau setidaknya ada 220 jenis, kuliner khas Palembang ada lebih dari 200 jenis, kuliner khas Yogyakarta ada lebih dari 192 jenis, dan seterusnya. Pengenalan yang masih minim ini tentunya menjadi tantangan bagi upaya pelestarian kuliner.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya