Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Foto: Nurhayati Subakat Di ASEAN Business Award/Foto: Dream-Cynthia Male
Dream - Sukses menghadirkan produk kosmetik andalan wanita lokal, pendiri PT Paragon Technology and Innovation (PTI), Nurhayati Subakat kembali mendapat apresiasi. Kali ini, wanita kelahiran Padang Panjang 69 tahun lalu itu mendapat penghargaan di ajang ASEAN Business Award (ABA) 2019 untuk kategori Women Enterpreneur.
Pendiri perusahaan yang menaungi brand kosmetik Wardah, Make Over, dan Emina ini merupakan salah satu perwakilan dari sembilan perusahaan serta lembaga di Indonesia.

Nurhayati Subakat di ASEAN Business Award/Foto: Dream-Cynthia Male
Usai menerima penghargaan dari Chairman of The Joint Standing Committee on Commerce, Industry and Banking (JSCCIB), Kalin Sarasin di Bangkok pada 2 November lalu, wanita yang mendapat gelar doktor ini mengungkapkan prestasi tersebut diperuntukkan tidak untuk dirinya seorang.
“ Penghargaan ini bukan milik saya saja, tapi juga seluruh tim Paragon (Paragonian) yang telah bersama-sama membangun Paragon."

Nurhayati Subakat (tiga dari kanan)/Foto: Dream-Cynthia Male
" Juga masyarakat Indonesia yang telah setia mendukung program kami,” ujar Nurhayati lewat keterangan tertulisnya, Rabu, 6 November 2019.
Prestasi yang diserahkan pada Chief Marketing Officer (CMO) PTI, Putri Diah Paramita ini merupakan buah dari strategi pemasaran serta manajemen mumpuni.
Sehingga mereka berhasil mencapai keberhasilan signifikan dan peningkatan efisiensi yang menguntungkan secara keseluruhan.

Mereka juga kerap berinovasi untuk mengembangkan produk baru dalam beberapa tahun terakhir dan akhirnya meraih salah satu dari 11 kategori yang ada di perhelatan tahunan rangkaian acara Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ini.
Dream - Nurhayati Subakat, pendiri perusahaan PT Paragon Technology and Innovation meraih gelar doktor kehormatan dari Insitut Teknologi Bandung (ITB) pada 5 April 2019 di Bandung. Wanita yang terkenal dengan produk Wardahnya itu bangga karena anak karya mendapat apresiasi.
" Saya merasa bangga karena karya anak bangsa mendapat apresiasi," kata Nurhayati saat di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Rabu, 24 April 2019.
Gelar doktor kehormatan diberikan kepada Nurhayati karena kontribusinya yang dianggap telah memberikan efek positif bagi masyarakat.
Dalam menjalankan perusahaannya, Nurhayati senantiasa mengutamakan nilai-nilai positif yang bisa diberikan dan ditularkan ke masyarakat.
" Penilaian ini didapat karena karya nyata yang mengandung nilai inovatif dan bermanfaat bagi orang banyak," kata Nurhayati.
Sekadar informasi, Paragon Technology and Innovation merupakan perusahaan kosmetik yang mencatat pertumbuhan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu produk kosmetik terkenalnya adalah Wardah dan Make Over.
Bagi Nurhayati, kemajuan perusahaannya tidak hanya diukur dari seberapa banyak produk kosmetik yang lahir bisa diminati masyarakat. Lebih penting dari itu semua adalah upayanya untuk terus menjaga sifat kekeluargaan antara dia, keluarga, dan karyawannya.
Dari keluarga dan para karyawannya inilah, Subakat merasa Paragon Technology and Innovation telah bertransformasi menjadi perusahaan besar.
" Sekarang saya punya 11 ribu karyawan, hampir 80 persen wanita. Kita bisa sebesar ini karena adanya campur tangan keluarga dan karyawan," kata dia.(Sah)
Advertisement
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele