Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Menggunakan transportasi umum untuk beraktivitas bagi sebagian orang jadi hal yang sangat praktis. Apalagi kini didukung transportasi online, sehingga perjalanan bisa lebih cepat dan nyaman.
Salah satu transportasi umum favorit adalah kereta api. Harganya terjangkau dan waktu tempuhnya pun cukup cepat jika tak ada gangguan.
Bagi Sahabat Dream yang suka naik kereta api, penting untuk memperhatikan kondisi kulit. Ada masalah kulit yang kerap terjadi pada mereka yang suka naik kereta.
Menurut Chelsee, seorang terapi facial, kulit wajah komuter bisa mengalami apa yang disebut dengan wajah kereta atau train face. Train face adalah kondisi kulit wajah yang kering dan pecah-pecah, mengalami penuaan dini, pori-pori tersumbat, bercak merah dan kulit kusam.
Perempuan yang sudah berpengalaman selama 23 tahun jadi pakar kulit wajah ini mengungkap tips cara mengatasi masalah train face ini. Salah satunya dia menyarankan komuter untuk melakukan perawatan kulit wajah yang menyeluruh secara rutin.
Chelsee mengatakan kondisi penumpang yang terlalu berdekatan di dalam transportasi umum menyebabkan partikel jahat lebih mudah untuk masuk ke dalam kulit.
" Partikel jahat di dalam transportasi umum ukurannya 20 kali lebih kecil sehingga bisa masuk ke pori-pori. Ini dapat merusak pelindung kulit alami hingga menyebabkan masalah seperti penuaan dini, penyumbatan pori-pori, hingga kulit kering yang membuat kulit kehilangan kelembaban alaminya dengan sangat cepat," jelas Chelsee.

Lebih jauh Chelsee menjelaskan bahwa polusi di udara akan merusak kolagen. Menyebabkan kulit terlihat kusam dan tidak segar.
" Polusi udara menyebabkan pasokan oksigen ke dalam sel-sel kulit menjadi berkurang sehingga tidak bisa bekerja maksimal membentuk kulit baru," katanya.
Ada beberapa cara untuk mencegah train face yang disarankan Chelsee.
1. Meningkatkan perawatan kulit secara intensif

Untuk mencegah train face, Chelsee menyarankan untuk melakukan perawatan kulit yang intensif. Seperti penggunaan krim tabir surya dengan SPF 50 dan serum Vitamin C dengan pelembab harian yang cukup.
Melakukan perawatan menyeluruh secara rutin merupakan suatu keharusan ketika sering bepergian setiap hari.
" Misalnya, menggunakan tabir surya SPF 50, serum Vitamin C dengan pelembab yang baik, masker dan melakukan pengelupasan kulit secara teratur. Selain itu, melakukan double cleansing pada malam hari," ujar Chelsee.

Sebagai perlindungan saat melakukan perjalanan, cobalah untuk berinvestasi pada produk anti-polusi. Produk anti-polusi dibuat dengan formula terkonsentrasi yang mengandung antioksidan multi aksi yang kuat untuk melawan kerusakan kulit akibat kelebihan radikal bebas.

Chelsee juga menyarankan untuk melakukan perawatan kulit secara teratur di salon, setidaknya setiap 3-4 minggu sekali.
Demikian tips untuk menjaga kulit tetap sehat dan cantik untuk mereka yang sering melakukan aktivitas menggunakan transportasi umum. (mut)
(Sumber: DailyMail UK)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya