Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Pemerintah Amerika Serikat mendenda kanal berbagi video, TikTok, sebesar US$5,7 juta, setara Rp80,5 miliar. Denda itu dilayangkan atas usaha TikTok menggali informasi data personal dari anak-anak.
Komisi Dagang Federal (FTC) AS mengatakan, denda itu merupakan yang terbesar sepanjang investigasi informasi rahasia mengenai anak-anak.
Media sosial yang mengakuisisi Musical.ly tersebut memang banyak digunakan anak-anak. TikTok bahkan sempat menyaingi Facebook, Instagram, dan Snapchat.
Meski mengetahui penggunanya di bawah usia yang ditentukan, TikTok gagal mendapat persetujuan orang tua anak pemilik telepon pintar. Persyaratan ini disyaratkan Undang-Undang Perlindungan Privasi Online Anak.
" Operator Muscial.ly, sekarang dikenal sebagai TikTok, mengetahui banyak anak menggunakan aplikasi ini, tapi TikTok masih gagal mencari izin orang tua sebelum anak-anak di bawah 13 itu mendaftarkan nama, alamat email dan informasi pribadi lainnya," kata pejabat FTC, Joe Simons, dikutip dari Hongkong FP, Senin 4 Maret 2019.
Joe mengatakan, hukuman ini menjadi pengingat bahwa layanan online dan laman yang menargetkan anak-anak tak boleh mengabaikan izin.
TikTok merupakan layanan kanal video milik ByteDance China. Mereka memperluas jaringan hingga ke AS dengan membeli Musical.ly.
Regulator perlindungan konsumen AS mengatakan sebanyak 65 juta akun telah mendaftar ke layanan ini.
" Praktik-praktik semacam ini mencerminkan perusahaan mengejar pertumbuhan penggunaan aplikasi dengan mengorbankan anak-anak," kata komisioner FTC, Rohit Chopra dan Rebecca Kelly Slaughter.
TikTok telah menghadapi kritik di seluruh dunia. Aplikasi ini kerap menampilkan konten sugestif seksual yang tak pantas untuk anak-anak.
TikTok dalam pernyataannya, akan membuat perlindungan privasi tambahan untuk anak-anak.
" Kebijakan ini adalah prioritas kami untuk menciptakan pengalaman yang aman dan ramah bagi semua pengguna, dan kami telah berkomitmen untuk melindungi komunitas pengguna kami," kata TikTok.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya