6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Pengajuan Klaim Asuransi Ditolak Karena Knalpot Dimodifikasi. (Foto: Auto Evolution)
Dream – Saat menandatangani sebuah polis, seorang peserta asuransi sebaiknya membaca dengan seksama tentang isi perjanjian yang akan ditandatangani. Lebih baik lagi, tidak ada satu pun bagian perjanjian yang terlewat atau tidak dimengerti.
Dengan menandatangani perjanjian tersebut, pemegang asuransi dan perusahaan terikat secara hukum dengan kesepakatan tersebut. Yang lebih mengerikan, segala risiko sudah dipahami kedua pihak dan tidak ada penyesalan di kemudian hari. Jangan sampai seperti pengalaman yang dialami oleh pria ini.
Dikutip dari Auto Evolution, Kamis 13 Mei 2201, Modasir Ayobi—bukan nama sebenarnya—berasal dari Toronto, Kanada. Dia mengangsur mobil Subaru BRZ keluaran 2020. Pria ini harus bekerja di dua pekerjaan agar bisa melunasi cicilan kendaraan. Ditambah lagi, membayar asuransi kendaraan senilai 7.200 dolar Kanada (Rp84,54 juta) selama setahun.
Selain menyicil mobil dan membayar asuransi, Ayobi sempat membeli knalpot mobil di pasar aftermarket. Knalpot seharga 2 ribu dolar Kanada (Rp23,48 juta) dibeli karena bisa mengeluarkan suara yang lebih kencang dari model lama.
Nahas, Ayobi mengalami kecelakaan fatal pada Maret tahun ini. Namun pria ini tidak menjelaskan dengan detail kecelakaannya.
“ Pria di depan benar-benar dekat dengan saya,” kata Ayobi kepada Global News.
Polisi pun tidak menemukan ada kesalahan yang dilakukan oleh Ayobi. Namun, asuransi kendaraan melihatnya.
Perusahaan tersebut menolak klaim asuransi mobil Subaru itu. Diketahui mobil Ayobi mengalami rusak parah dan perbaikannya menelan biaya 35 ribu dolar Kanada (Rp410,98 juta).
Kontraknya memang jelas mengatakan bahwa perusahaan asuransi akan menolak klaim pada mobil yang dimodifikasi. Ayobi menghubungi asuransi untuk memastikan asuransinya bisa diklaim, namun alasan ini dinilai tidak masuk akal.
“ Kalau tahu modifikasi akan mempengaruhi asuransi, saya takkan melakukannya,” kata dia kepada media.
Setelah ada revisi kedua dari klaim tersebut, perusahaan asuransi akhirnya bersedia membayar penuh klaim.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
