Konsumsi Garam Musti Dijaga
Dream - Bagai sayur tanpa garam. Itu ungkapan jamak yang dipakai untuk menunjukkan segala hal yang kurang sedap. Namun penelitian terakhir menunjukkan konsumsi garam yang berlebihan bisa berakibat penyakit multiple sclerosis (MS) atau gangguan pada sistem syaraf otak.
Bahaya konsumsi garam yang berlebihan ini dimuat Journal of Neurology, Neurosurgery and Psychiatry, edisi Agustus 2014 lalu. Jurnal itu memuat penelitian Dr Mauricio Farez, seorang peneliti utama di Raul Carrea Institute for Neurological Research di Buenos Aires, Argentina. Studi ini membuktikan bahwa gejala MS menjadi memburuk pada seseorang yang mengkonsumsi sejumlah besar natrium, bahan aktif yang terdapat pada garam di meja makan kita.
Dalam penelitiannya, Farez membagi relawan percobaan tiga kelompok. Kelompok pertama mengkonsumsi garam kurang dari dua gram setiap hari. Kelompok kedua diberikan garam antara dua hingga 4,8 gram, dan kelompok ketiga diberikan garam lebih dari 4,8 gram saban harinya. Terbukti, kelompok yang menerima asupan garam tertinggi mengalami resiko dan gejala MS lebih buruk daripada dua kelompok lainnya. Sebagai gambaran, satu sendok makan garam setara dengan 10 gram.
Hubungan konsumsi garam dengan MS memang selama ini belum banyak diketahui. Penderita MS biasanya akan menngalami pusing (vertigo), pandangan berbayang, otot tubuh mengalami kekakuan, hingga kehilangan konsentrasi dan memori jangka pendek. Dalam penelitian-penelitian sebelumnya garam sudah banyak dihindari para penderita asma, penyakit jantung, diabetes tipe 1, dan tekanan darah tinggi.
Sebuah studi lain tentang konsumsi garam juga diterbitkan The New England Journal of Medicine berjudul " Global Konsumsi Sodium dan Kematian dari Kardiovaskular Penyebab" . Hasilnya menunjukkan kelebihan konsumsi garam dapat dikaitkan dengan 1,65 juta kematian di seluruh dunia, setiap tahun. Sehingga membatasi konsumsi natrium bisa mengurangi tingkat kematian akibat penyakit kardiovaskular. Sayangnya, penduduk dunia sudah mengkonsumsi garam dalam kadar yang cukup tinggi.
Namun efek konsumsi garam masih bisa dikurangi. Diet penuh dengan asupan kalium bisa melawan efek dari terlalu banyak bumbu yang jamak digunakan. Konsumsilah makanan kacang-kacangan, pisang, kentang, dan sayuran hijau untuk mengurangi efek penyerapan garam pada tubuh. Kurangi konsumsi makanan dalam kemasan yang banyak beredar di rak-rak toko.
Satu hal yang tak kalah penting, efek bahaya ini bisa berbeda untuk tiap individu, karena ada perbedaan gen, kesehatan, dan usia.