Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
© MEN
Dream - CEO Twitter Elon Musk ternyata cukup serius mentransformasi Twitter 2.0 dengan sejumlah fitur baru yang ingin diadopsikan ke platform cuitan singkat itu di masa mendatang.
Pada pertemuan dengan staf di kantor pusatnya Twitter di San Francisco Twitter awal pekan ini, laman The Verge melaporkan, Musk mempresentasikan beberapa fitur yang sudah direncanakannya akan diterapkan di Twitter.
Fitur pertama adalah Musk berencana untuk meng-enkripsi pesan langsung atau direct messages alias DM di Twitter untuk memungkinkan pengguna berkomunikasi tanpa mengkhawatirkan privasi mereka.
CEO Tesla dan SpaceX itu juga ingin meluncurkan panggilan suara dan video tanpa memerlukan nomor telepon pengguna Twitter.
Enkripsi end-to-end memastikan hanya dua peserta obrolan yang dapat membaca pesan dan tidak seorang pun selain dari mereka yang mengetahui, bahkan perusahaan yang memiliki layanan tersebut.
Layanan serupa berupa fitur enkripsi end-to-end sebelumnya sudah diterapkan aplikasi obrolan seperti WhatsApp dan Signal, yang juga ada pada panggilan video.
Visi Musk untuk Twitter ditampilkan dalam slide presentasi berjudul 'Twitter 2.0'. Musk mengatakan dia juga ingin membuat para hacker atau peretas tidak bisa mendapatkan akses DM seseorang di Twitter, bahkan dalam keadaan yang paling ekstrem.
" Seharusnya saya tidak bisa melihat DM siapa pun jika seseorang menodongkan pistol ke kepala saya," katanya.
“ Kami ingin memungkinkan pengguna untuk dapat berkomunikasi tanpa khawatir tentang privasi mereka, tanpa khawatir tentang pelanggaran data di Twitter yang menyebabkan semua DM mereka masuk ke web, atau berpikir bahwa mungkin seseorang di Twitter dapat memata-matai DM mereka,” lanjutnya.
Twitter sebenarnya sudah mulai mengerjakan enkripsi untuk DM pada tahun 2018 dan bahkan sampai membuat prototipe. Tetapi fitur tersebut tidak pernah diluncurkan.
Pada tahun yang sama, Twitter mengungkapkan bug yang membuat DM dapat diakses oleh pihak ketiga selama lebih dari setahun.
Sekarang, Musk, yang mengambil kendali di Twitter setelah pembeliannya senilai US$44 miliar, ingin menjadikan peluncuran enkripsi sebagai prioritas.
Musk dikabarkan memuji Signal, sebuah aplikasi yang mirip dengan WhatsApp yang memungkinkan pesan dan panggilan video perseorangan atau grup terenkripsi.
Musk juga telah berbicara dengan pendiri Signal, peneliti keamanan AS dan mantan karyawan Twitter Moxie Marlinspike, yang disebut bersedia membantu mengenkripsi DM Twitter.
Sama seperti WhatsApp, Signal menggunakan nomor telepon dan buku alamat seseorang sehingga mereka tidak memerlukan login, nama pengguna, kata sandi, atau pin, tetapi Musk ingin menjadikan Twitter tanpa memerlukan penggunaan nomor telepon.
(Sah, Sumber: Indiatimes.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya