Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Banyak orangtua yang salah mengira anaknya mengalami alergi susu sapi padahal yang terjadi sesungguhnya adalah intoleransi laktosa. Gejala keduanya memang sangat mirip tapi dipicu oleh hal yang berbeda.
Intoleransi laktosa merupakan kondisi di mana tubuh anak tidak mampu mencerna kandungan gula (laktosa) pada susu. Tubuh kekurangan enzim laktase sehingga tak mampu mencerna laktosa dengan baik.
Efek yang muncul antara lain sakit perut, perut kembung, dan diare. Tidak seperti alergi susu sapi yang menimbulkan banyak gejala pada tubuh intoleransi laktosa hanya menimbulkan gejala pada saluran pencernaan.
Pada usia dua tahun, tubuh akan mengurangi produksi enzim laktase, sehingga gejala intoleransi laktosa kerap kali muncul pada balita di usia tersebut. Beberapa gejala umum dari intoleransi laktosa diantaranya perut kembung, napas tak sedap, diare, kram perut, mual dan sakit perut.
Bagi seorang balita, tentu tidak mudah untuk mengungkapkan gejala tersebut. Untuk itu, bunda harus perhatikan hal-hal berikut:
Kotoran sangat berbau
Saat si kecil buang air besar dan aromanya sangat menyengat bahkan cenderung encer, bisa jadi si kecil mengalami intoleransi laktosa. Apalagi jika hal tersebut terjadi setelah anak mengonsumsi produk susu, bukan hanya susu cair, tapi puding, biskuit, cemilan dan makanan serta minuman lain yang mengandung susu manis.
Menangis setelah konsumsi susu
Si kecil mungkin tidak mampu berkata bahwa perut mereka sakit, namun kondisi tersebut seringkali ditunjukan dengan sikap merengek bahkan menangis sesaat setelah mereka
mengonsumsi produk susu dan sangat rewel. Segera periksa perutnya jika anak rewel setelah mengosumsi produk susu.
Bau napas tak sedap
Anda dapat memeriksa bau napas si kecil di pagi hari ketika mereka bangun tidur. Bandingkan aroma napasnya ketika mengonsumsi susu dengan tidak mengonsumsi susu. Intoleransi
laktosa pada umumnya menyebabkan munculnya aroma yang tidak sedap karena organ pencernaan yang tidak bisa mencerna laktosa dengan baik.
Periksa ke dokter
Jika Anda curiga si kecil mengalami alergi, periksakan langsung ke dokter. Sejumlah dokter anak menyarankan berbagai metode untuk mendeteksi intoleransi laktosa. Salah satu caranya adalah dengan metode Hydrogen Breath Testing atau Invasive Intestinal Biopsy yang mampu mendeteksi kecenderungan organ pencernaan dalam memecah sel laktosa.
Ketika si kecil didiagnosa memiliki kondisi intoleransi laktosa, ada baiknya Anda menghilangkan semua produk susu dalam menunya. Seiring berjalannya waktu, menu olahan susu boleh diberikan tapi dalam jumlah kecil.
Pilihlah susu dengan yang rendah laktosa, dengan kadar 5 - 8 gram laktosa per gelas. Produk lain seperti mentega dan keju juga harus dikurangi. Gantilah es krim dengan sorbet, yang kaya akan jus buah tanpa kandungan susu.
Laporan Annisa Mutiara
Sumber: Verywell
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya