Rabu, 21 Oktober 2026 Cari

Kuliner (2): Gurihnya Bisnis Chinese Food Halal ala Sulaiman

Reporter : Kusmiyati
Senin, 23 Februari 2015 20:17
Kuliner (2): Gurihnya Bisnis Chinese Food Halal ala Sulaiman
Sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia menjadi berkah bagi Restoran Sulaiman. Sertifikat itu bisa menarik banyak pelanggan Muslim. Pelanggan non-Muslim pun bertambah setia.

Dream - Rumah itu tapak resik. Tembok berkelir putih. Berselang-seling dengan kaca bening. Sebuah nama berukuran besar terpampang pada bagian atap: “ Restaurant Sulaiman”. Berhias huruf China di bagian bawahnya.

Gambar-gambar menu lezat juga terpajang. Berderet pada bagian muka. Menggugah selera dan menarik siapa pun yang melintas di Jalan Batu Ceper, Jakarta Pusat, untuk mampir. Apalagi, rumah itu berhalaman luas. Bisa menampung kendaraan siapapun yang singgah.

Wartawan Dream, Kusmiyati, pun mencoba mampir. Masuk lewat pintu kaca berukuran lebar. “ Assalamu ‘alaikum, selamat datang di Sulaiman Han,” sapa sejumlah perempuan berhijab dari balik pintu kaca di rumah makan itu.

Saat melewati meja resepsionis, mata pengunjung akan terbetot pada dinding di sampingnya. Di sana, menempel dua kaligrafi besar bertuliskan Allah dan Muhammad. Kaligrafi itu begitu indah.

Semakin masuk ke dalam, bertambah banyak kaligrafi dan lukisan China terpajang. Siapa pun yang menggulirkan pandangan ke dinding akan menikmati suguhan kaligrafi dan lukisan indah bernuansa China. Ruangan yang mampu menampung 150 orang itu seolah lebih mirip galeri kaligrafi ketimbang rumah makan.

Para pelayan dengan ramah mempersilakan setiap tamu duduk di kursi. Dengan cekatan mereka menyodorkan buku berisi daftar menu berwarna hijau. Di sana terlihat tulisah halal yang cukup besar.

“ Sekarang sedang diurus perpanjangan sertifikat halalnya, biasanya kami pajang di salah satu dinding, sehingga pelanggan bisa langsung melihatnya,” kata Tity, salah seorang karyawati.

Restoran yang terletak di Jalan Batu Ceper Raya Nomor 73, Jakarta Pusat, ini memang merupakan rumah makan khas China. Namun tak seperti restoran dari Negeri Tirai Bambu lainnya. Restoran Sulaiman merupakan rumah makan dengan sertifikat halal dari Majelis Umala Indonesia (MUI).

“ Sulaiman resto menyediakan banyak menu. Dan semuanya memang asli China. Karena pemiliknya, Sulaiman Han asli dari sana,” tambah Tity.

1 dari 1 halaman

Mencium Aroma Pasar Muslim Indonesia

Mencium Aroma Pasar Muslim Indonesia © Dream

Restoran Sulaiman sudah 4 tahun beroperasi. Semula, rumah makan ini berlokasi di kawasan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat. Baru tahun lalu pindah ke Jalan Batu Ceper ini. Sulaiman Han yang punya rumah makan ini merupakan seorang Muslim suku Hui dari Provinsi Shaanxi, China. Di tanah kelahirannya, dia sudah memiliki tiga rumah makan.

Ketertarikan Sulaiman Han pada masyarakat Islam Indonesia telah membawa kakinya menjejak Jakarta. Selain itu, suami Mariam ini menganggap bisnis kuliner di Indonesia sangat menjanjikan. “ Karena dia tahu Indonesia mayoritas Islam. Dia berpikir akan banyak pembelajaran yang didapat dan lebih bisa fokus menjalani ibadah. Selain itu untuk bisnis kuliner Indonesia bisa dibilang punya pangsa pasar yang menjanjikan” tutur juru bicara Sulaiman, Roy Wang.

Menu khas Restoran Sulaiman adalah Mie Tapanji. Mie untuk menu spesial tersebut didatangkan langsung dari daratan China. “ Bumbu racikannya semua dari sana, sehingga cita rasanya khas. Resepnya sendiri diajarkan langsung dari ayah Sulaiman sang koki berpengalaman di China,” ujar Jumadi, juru masak Restoran Sulaiman.

Meski banyak bumbu didatangkan langsung dari China, Restoran Sulaiman menjamin kehalalan bahan-bahan itu. “ Halal yang paling utama di sini. Kalau di resto makanan China itu biasanya pakai babi atau ada minyak babi, di sini tidak ada. Hanya ada kambing atau ayam,” tambah Jumadi.

Label halal dari MUI yang disandang Restoran ini rupanya menjadi berkah tersendiri. Sebab, sertifikat itu benar-benar mampu menarik pelanggan dari kalangan Muslim. Sudah begitu, para pelanggan non-Muslim juga berdatangan.

“ Yang datang ke sini memang tidak hanya Muslim. Dominan memang Muslim, karena menurut mereka dengan adanya tanda halal semakin nyaman. Untuk yang bukan Muslim juga ada, malah kata mereka ini jadi favorit,” kata Roy Wang.

Dan memang. Saat Dream mampir ke Restoran Sulaiman, banyak rombongan tamu yang tampil begitu Islami. Sebagian besar pelanggan perempuan dalam rombongan itu terlihat mengenakan pakaian tertutup, memakai hijab. Sementara, ada pula pelanggan non-Muslim yang datang.

“ Indonesia mayoritas Islam, dengan adanya sertifikat halal maka mereka semakin merasa nyaman makan di sini. Respons masyarakat pun meningkat dengan adanya sertifikat halal ini,” tambah Roy.

Bagi penggemar masakan China, Restoran Sulaiman bisa menjadi tempat pilihan. Harga menu yang dipatok pun terbilang terjangkau. Mulai belasan hingga puluhan ribu.

Rencananya, Restoran Sulaiman akan berekspansi. Mereka berharap, dari kawasan Batu Ceper ini, rumah makan Sulaiman akan beranak pinak pada tahun depan. “ Sulaiman ingin mengenalkan makanan asli China yang halal. Insya Allah tahun depan akan buka cabang sekitar tujuh resto,” kata Chef Jumadi.

Laporan: Kusmiyati

Beri Komentar