Mengenal Muslim Millenial Hong Kong

Reporter : Sandy Mahaputra
Rabu, 16 Mei 2018 09:01
Mengenal Muslim Millenial Hong Kong
Ada sekitar 300.000 penduduk Muslim di Hong Kong. Mereka hidup membaur dengan warga lainnya. Membentuk harmoni.

Dream - Asap mengepul. Menembus keranjang bambu. Meruapkan aroma masakan di penjuru kantin bernuansa putih di lantai lima gedung itu. Sungguh harum. Menggoda selera.

Wangi olahan menu makin pekat saat masuk kedai dengan deretan meja bundar yang dikepung kursi itu. Menerobos rongga hidung. Mengaduk-aduk lambung. Siapa saja yang datang dijamin tak tahan 'godaan' itu.

 Islamic Centre Canteen

Sebuah tulisan 'Islamic Centre Canteen' tertera di dekat pintu masuk. Canda tawa bahagia terdengar samar dari luar. Timbul dan tenggelam di tengah desis uap masakan yang berbunyi agak nyaring dari bagian dapur.

 Islamic Centre Canteen

Begitu masuk, suasana sudah lumayan sesak. Beberapa muda mudi mengisi hampir semua meja dan kursi di ruangan berukuran setengah lapangan badminton itu.

 Islamic Centre Canteen

Di sana, pengunjung asyik ngobrol sambil menunggu pesanan yang paling hit di satu-satunya warung halal di pulau perdikan China itu: dim sum halal.

 Islamic Centre Canteen

Inilah Islamic Centre Canteen yang populer di kalangan traveler dan warga Muslim Hong Kong. Sesuai namanya, kantin ini memang menyajikan makanan halal. Semua menu sudah tersertifikasi. Termasuk menu dim sum yang menyambut kami siang itu.

Baca Juga: Lezatnya Cicip Dim Sum Halal di Hong Kong

Lokasinya di kawasan Wan Chai, jalan Salvation Army, bagian utara Pulau Hong Kong. Akhir bulan lalu, kami berkunjung ke kantin yang tempatnya di dalam Masjid Ammar and Osman Ramju Sadick ini.

 Masjid Ammar and Osman Ramju Sadick

Saban makan siang, kantin itu selalu penuh sesak. Biasanya usai ibadah sholat Zuhur, traveler dan Muslim di pulau berjuluk Pearl of the Orient itu selalu menyempatkan menyantap aneka makanan halal di sini.

 Masjid Ammar and Osman Ramju Sadick

Di salah satu surau terbesar Hong Kong itu. Tak cuma sekadar menyajikan katin halal. Di sana juga menjadi tempat kongko remaja Muslim. Mereka melakukan berbagai aktivitas, dari pendidikan, sosial, hingga budaya.

 Masjid Ammar and Osman Ramju Sadick

Kegiatan madrasah untuk anak-anak turut pula dilaksanakan di gedung tersebut. Di dalamnya juga banyak diisi kaligrafi dan hiasan bernuansa islam. Buku-buku dan selembaran tentang agama Islam juga mudah didapatkan di sana.

 Masjid Ammar and Osman Ramju Sadick

Terdapat pula masjid bagi para muslim untuk menunaikan sholat. Tempat sholat untuk laki-laki dan perempuan dipisah di lantai berbeda,

 Masjid Ammar and Osman Ramju Sadick

Pada kunjungan dalam rangkaian kegiatan Mega Muslim FamTrip Hong Kong Tourism Board ini pula kami diberi kesempatan berbincang dengan Sharifa, Bendahara Asosiasi Komunitas Muda Islam Hong Kong (Hong Kong Islamic Youth Association/HKIYA), yang berkantor di Masjid Ammar and Osman Ramju Sadick Islamic Centre.

 Sharifa, Bendahara Asosiasi Komunitas Muda Islam Hong Kong (Hong Kong Islamic Youth Association/HKIYA)

Organisasi HKYIA sudah berdiri selama 45 tahun, merupakan salah satu dari enam organisasi muslim resmi yang terdaftar di pemerintahan Hong Kong. Dari sini kita bakal melihat seperti apa kehidupan remaja Muslim Hong Kong.

Berikut petikan wawancaranya:

Bisa dijelaskan apa saja kegiatan HKYIA?

Awalnya kami hanya sebuah organisasi kecil yang melakukan berbagai kegiatan anak muda. Kami melakukan banyak kegiatan olahraga seperti cricket, rugby, dan lainnya.

Sampai akhirnya kami merasa membutuhkan wadah untuk mendukung kegiatan warga Muslim. Karena ada sekitar 300.000 penduduk Muslim di Hong Kong yang berasal dari Indonesia, Pakistan, Mesir, India, Turki, dan China Muslim.

Mereka membutuhkan dukungan dan layanan untuk keluarga terutama pendidikan anak-anak. Dan karena alasan inilah kami merasa harus mematahkan kesenjangan sosial untuk warga Muslim.

Hanya ada satu universitas Islam di Hong Kong, yakni di Chai Wan, yang fokus pada pendidikan tentang pemahaman Islam. Kemudian ada lima Sekolah Dasar Islam di Hong Kong dan juga Taman Kanak-Kanak.

Banyak kegiatan yang telah dilakukan HKIYA, khususnya untuk pengembangan pendidikan anak muda Muslim di Hong Kong. Selain mendukung pembangunan taman kanak-kanal dan sekolah dasar Muslim, mereka juga mengadakan kegiatan ekstrakurikuler dan perkemahan musim semi.

Hal ini membantu mereka (siswa muslim) tertarik untuk mempelajari bahasa China. Karena di Hong Kong, bahasa utama yang dipakai di sekolah adalah bahasa Inggris dan Kanton. Sementara untuk mereka yang bukan orang China asli, tentunya sulit untuk mempelajari bahasa China dan setelah pulang sekolah, anak-anak pergi ke madrasah

Kegiatan lainnya?

KHIYA juga mengadakan kegiatan rutin selama bulan Ramadan, namun bukan untuk menyediakan menu berbuka dan sebagainya. Organisasi ini benar-benar fokus pada pengembangan kreatvitas anak muda, seperti mengadakan pementasan drama pendek, atau membuat video berdurasi dua menit yang bertemakan kekalutan yang harus diketahui orang-orang non-Muslim di Hong Kong.

Fokus kami sekarang adalah memberitahu mereka yang non-Muslim bagaimana berinteraksi dengan orang Muslim di Hong Kong.

Jadi komunitas ini berapa rata-rata usia mereka?

Kami ingin anak-anak muda dan dewasa bisa mendukung orang-orang tua. Mereka yang termasuk dalam 'youth' cakupannya luas, tidak melulu anak-anak. 40 tahun juga masih tergolong muda.

Aktivitas apa saja yang dilakukan HKYIA saat Ramadan atau Idul Fitri?

Saat Ramadan kami tidak menyediakan sajian berbuka puasa. Karena selama Ramadan, buka puasa dilakukan di masjid yang diselenggarakan oleh serikat Islam. 

Sementara kami (HKYIA) menyiapkan remaja Muslim untuk melakoni drama pendek. Mereka sedang menyiapkan itu sekarang.

Dan saat ini kami juga sedang menyiapkan ulang tahun kami yang ke-45 yang akan berlangsung sebentar lagi. Kami mengadakan kampanye 'Smile Charity' minggu lalu.

Ini seperti melakukan dakwah di jalan. Ini kampanye yang sangat mudah, menyuarakan kepada semua orang, senyum adalah amal. Bahkan jika kalian menawarkan uang, senyuman sudah bisa memberikan sesuatu yang berharga.

Apakah mereka harus bayar untuk ikut sejumlah kegiatan yang diselenggarakan HKYIA?

Tidak, sebagian besar gratis. Untuk tiga hari kemping, mereka hanya membayar biaya minimum tapi biasanya kami subsidi. 

HKYIA ini juga memiliki komite zakat yang nantinya uang tersebut bisa digunakan untuk kegiatan para santri atau untuk pembangunan masjid dan masih banyak lagi.

Jadi, tujuan kegiatan HKYIA ini bukan untuk mengajak orang Hong Kong pindah ke Islam melainkan untuk memberi pengetahuan serta pemahaman kepada mereka bagaimana kehidupan orang Muslim.

Misalnya ketika orang Hong Kong menyediakan banyak makanan, tapi orang Muslim tidak memakannya. Jadi mereka harus menyediakan makanan halal untuk kawan-kawan Muslim. Itu salah satu pengetahuan paling dasar ketika mereka bekerja dan berinteraksi dengan orang Muslim.

Apakah ada diskriminasi dari penduduk lokal karena mereka berbeda agama?

Hong Kong adalah salah satu negara yang sangat menghargai perbedaan, sehingga mereka tak peduli dengan kepercayaan yang dianut.

Semua orang di sini tidak peduli, apakah saya seorang Muslim atau bukan. Mereka tidak akan memberikan pandangan aneh atau negatif. Bahkan beberapa orang Muslim di sini juga berhijab. Hong Kong amat sangat bersahabat bagi warga Muslim. Tapi kalau masalah makanan halal atau tempat ibadah untuk Muslim traveler, di Hong Kong memang belum cukup memadai.

Kalian bisa sholat di masjid, kami punya 6 masjid di Hong Kong di beberapa tempat berbeda. Hong Kong juga negara yang aman dikunjungi oleh wisatawan Muslim, kalian tidak akan menerima tatapan atau ujaran kebencian dari penduduk lokal.

Apakah ada kendala lain yang dihadapi remaja muslim di sini?

Khususnya ketika anak muda Muslim Hong Kong memasuki dunia kuliah dan kerja. Meski toleransi antarberagama sudah cukup tinggi, ada beberapa tempat yang menganjurkan karyawannya untuk tak mengenakan hijab.

Banyak muslim masuk perguruan tinggi. Bahkan sebagian di antara mereka juga mengenakan hijab saat pergi ke kampus. Tapi ada juga beberapa tempat kerja yang tidak memperbolehkan wanita muslim mengenakan hijab.

Pria-pria Muslim biasanya lebih mudah, mereka bisa beribadah di mana saja termasuk di ruang kerja.

Jadi buat anak-anak muda tidak sulit untuk hidup di Hong Kong. Tapi kalau di lingkungan kerja mungkin agak sedikit sulit, terutama kalau beberapa dari mereka pendidikannya rendah dan mereka tidak bisa membaca bahasa Mandarin atau Kanton.

Terakhir, bagaimana prosedur hingga kantin ini bisa menerima sertifikasi halal?

Para pengurus yayasan Muslim di Hong Kong mereka yang bertanggung jawab untuk menentukan sertifikasi halal pada semua makanan dan minuman. Ada yang bertugas melakukan pengecekan halal di dapur hotel (karena sudah ada beberapa hotel yang menyediakan makanan halal) atau juga di kafe.

Halal sudah pasti adalah makanan. Namun KHIYA merasa harus memberikan pemahaman mengenai pengertian halal yang sebenarnya. Karena menurut Sharifa, kalau makanannya dianggap halal namun di sekitarnya menyediakan makanan nonhalal, maka tak dapat disebut halal.

Tapi di beberapa restoran lokal tampaknya mereka belum paham tentang arti 'halal'. Ketika kita bilang 'apakah ini (mengandung) babi?' mereka akan bilang 'tidak ada', hanya itu. Jelly misalnya, jelly tidak mengandung babi, tapi mereka tidak tahu kandungan dari gelatinnya. Jadi mereka belum tahu jika 'halal' ternyata lebih kompleks dari itu. 

Beri Komentar
Bukan Pertama Kali, Ini Deretan Kebrutalan Anjing Milik Bima Aryo