Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Seorang peretas asal Pakistan bernama Gnosticplayers mengklaim telah meretas puluhan laman dan perusahaan terkemuka. Salah satu laman yang dia retas yaitu Bukalapak.com.
Gnosticplayers menyebut daftar data pengguna Bukalapak tersebut muncul pada seri terakhir penjualan database di laman gelap Dream Market.
Dilaporkan The Hacker News, sebanyak 13 juta akun yang terdaftar di Bukalapak telah dia kantongi dan dia jual ke laman itu.
Selain Bukalapak, laman kampus dan platform karir asal Indonesia, Youthmanual juga dia retas. Gnosticplayers menyebut telah menjual 1,12 juta akun yang terdapat di Youthmanual.
Gnosticplayer, bulan lalu membuat tiga putaran akun curian untuk dijual di pasar gelap Dream Market. Pada seri pertama penjualan, peretas ini menjual data 620 juta akun dari 16 laman.
Pada seri kedua penjualan, peretas ini menjual sebanyak 127 juta akun dari delapan laman. Sementara itu, pada seri ketiga sebanyak 92 juta akun dari 8 laman juga telah dia jual.
Pada masing-masing seri penjualan tersebut, Gnosticplayer mendapat uang digital sebesar 1.2431 bitcoin, atau US$5.000, atau setara Rp71 juta.
Berikut daftar akun yang digali dan dijual di Dream Market milik 8 laman yang diretas.
Youthmanual - perguruan tinggi dan platform karir Indonesia - 1,12 juta akun
GameSalad - Platform pembelajaran online —1,5 juta akun
Bukalapak - Situs Belanja Online - 13 juta akun
Lifebear - Notebook Online Jepang - 3,86 juta akun
EstanteVirtual - Toko Buku Online - 5,45 Juta akun
Coubic - Penjadwalan Penunjukan - 1,5 juta akun
Humas Bukalapak, Muhammad Fajrin Rasyid membenarkan adanya percobaan peretasan di laman jual beli tersebut beberapa waktu lalu.
" Namun tidak ada data penting seperti user password, finansial atau informasi pribadi lainnya yang berhasil didapatkan," kata Fajrin, kepada Dream.co.id, Senin, 18 Maret 2019.
Fajrin megnatakan, Bukalapak selalu meningkatkan sistem keamanan. Upaya itu dilakukan demi memastikan keamanan dan kenyamanan para pengguna Bukalapak dan memastikan data-data penting pengguna tidak disalahgunakan.
" Upaya peretasan seperti ini memang sangat berpotensi terjadi di industri digital.
Kami selalu menghimbau para pengguna Bukalapak untuk lebih memperhatikan keamanan bertransaksi," ujar dia.
Fajrin mengingatkan, pengguna Bukalapak untuk mengganti password secara berkala serta aktifkan Two-Factor Authentication (TFA) yaitu fitur yang diperuntukan mencegah jika ada penggunaan atau penyalahgunaan data penting dari device yang tidak dikenali.
" Kami juga menyarankan menjaga kerahasiaan password Anda dan menggunakan security guide yang sudah disediakan Bukalapak," kata dia.
Untuk menjaga kerahasiaan akun Bukalapak pengguna dapat mengakses tautan ini. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang