Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Foto: VoL News
Dream – Kawah luas didaerah terpencil di Siberia yang bernama Batagaika, merupakan megaslump terbesar didunia. Penduduk setempat menyebutnya sebagai ‘gerbang neraka’. Karena setelah es mulai mencair, terlihat hutan yang begitu kuno dan banyak bangkai hewan.
Tetapi pertumbuhan megaslump Siberia, memberi kekhawatiran tersendiri. Pasalnya kawasan itu tumbuh dengan begitu cepat. Lapisan-lapisan es yang mulai mencair melepaskan sisa gas yang terperangkap ke atmosfer.
Banyak megaslump yang ditemukan di Siberia dalam beberapa dekade terkahir. Megaslump sendiri adalah sebuah kawah yang terbentuk dari lapisan es yang mencair.
Tetap Batagaika dijuluki sebagai ‘gerbang neraka’ oleh penduduk setempat karena memiliki panjang sekitar 1 kilometer dan kedalaman 50 meter. Dan kawasan itu mulai mencair dengan cepat.
Peristiwa ini menyebabkan tanah dapat runtuh ke pemukiman terdekat. Sensor yang memantau pertumbuhan kawah tersebut memperingatkan bahwa Batagaika bergerak sekitar 20-30 meter pertahunnya. Karena lapisan es yang mulai mencair. Kemudian. Dibawah permukaan kawah, gas dan endapan mineral yang terperangkan selama ribuan tahun mulai bermunculan kembali.

Dalam beberapa bulan terakhir, salah satu kota di Siberia mencatat suhu tertinggi di Kutub Utara. Yaitu sekitar 38 derajat celcius yang dicatat oleh ahli meteorologi Rusia pada 20 Juni lalu. Dan menjadi suhu rata-rata di Lingkaran Arktik.
Para ilmuan mengatakan bahwa Batagaika mengalami pencairan lapisan es yang tidak merata. Dengan kecepatan yang bervariasi sehingga membentuk layaknya ikan pari raksasa.
Profesor Geologi, Julian Murton, dari Universitas Sussex, mengatakan kejadian ini dimulai pada 1950-an dan 1960-an. Eksplorasi untuk mineral dan kayubakar membuat permukaanya mengalami erosi. Penggundulan hutan di wilayah tersebut mempercepat pencairan lapisan es dan menjadi kawah yang tumbuh dengan cepat.
Proses pencairan ini mengkhawatirkan para ilmuan. Karena ketika es mencair dan berubah menjadi air, fenomena ini melepaskan karbondioksisa dan gas metana yang sebelumnya terperangkap ke atmosfer. Sehingga mempercepat perubahan iklim.

Para ilmuan yang menyisir kawah tersebut tidak hanya mencari tanda-tanda peringatan. Namun juga memanfaatkan permafrost yang larut.
Setiap lapisan menceritakan kisah tentang snapshot yang berbeda. Membantu para ilmuan memahami lebih dalam mengenai perubahan iklim melalui paleontologi dan kejadian masa lalu.
“ Hal yang luar biasa bahwa lapisan bawah usia permafrost ini sudah sekitar 650 ribu tahun. Dan membuatnya menjadi permafrost tertua yang dilaporkan di Eurasia. Dan menjadi yang tertua kedua di dunia,” ungkap Prof Murton.
Pakar lain mengatakan bahwa mempelajari Batagaika membantu para ilmuan memahami hubungan antara manusia dan hewan, tumbuh-tumbuhan dan perubahan lingkungan, serta bagaimana cara menemukan mengatasi perubahan iklim.
Ksennia Ashastina, dari Max Planck Institute ilmiah Jerman, mengatakan: " Meskipun ini terdengar begitu mengkhawatirkan, namun sebenarnya bukan hanya rasa ingin tahu yang mendorong adanya penelitian Batagaika. Ini juga menjadi kunci untuk mengetahui perubahan lingkungan dimasa depan.”
" Dan dengan memahami proses yang terjadi di masa lalu, kita dapat beradaptasi dengan kehidupan di masa depan,” tambahnya kembali.
(Sumber: mirror.co.uk)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang