7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Foto : Ilustrasi
Dream - Kehadiran sejumlah brand fashion dan kecantikan Indonesia untuk mempromosikan produknya di Paris, Perancis menjadi sorotan. Sejumlah brand tersebut ternyata hadir di event Paris Fashion Show yang diinisiasi Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) di sela Paris Fashion Week 2022.
Publik di sosial media awalnya mengira kehadiran para desainer dan beauty enthusiast tersebut untuk tampil di event mode bergengsi, Paris Fashion Week.
Sejumlah brand Indonesia diketahui ikut terbang ke Paris untuk menghadiri event Gekrafs Paris Fashion Show 2022 tersebut. Tak hanya desainer, sejumlah brand kecantikan hingga makanan ikut tampil dan mempromosikan produk Indonesia di pusat mode dunia tersebut.
Meredam kehebohan yang terjadi di laman media sosial, Gekrafs yang menginisiasi gelaran Gekrafs Paris Fashion Show at Paris Fashion Week 2022 akhirnya memberikan klarifikasi.

Ketua Bakominfo Gekrafs Ivan Seventeen menjelaskan sejumlah brand Indonesia yang hadir di Paris memang tampil untuk event Gekrafs Paris Fashion Show.
" Jadi brand yang bisa tampil ke sana, memang bukan di event Paris Fashion Week dari FHCM. Tetapi Gekrafs fashion Show During Paris Fashion Week," ucap Ifan Seventeen di akun instagram Gekrafs.
Menurut Ivan, penyebutan Paris Fashion Week sebagai event yang dihadiri para brand dan influencer Indonesia yang mempromosikan acara terjadi karena adanya salah komunikasi.
" Yang buat miss di sini, saat brand bilang ke KOL ikut ke sana kurang ditekankan jadi banyak menamani kegiatan mereka Paris Fashion Week," katanya.
Namun Ivan menambahkan penyebutan Paris Fashion Week juga tak sepenuhnya menjadi masalah. Brand dan KOL masih dibolehkan menggunakan nama event mode ternama dunia tersebut sepanjang tidak mencantumkan logo FHCM yang menaungi Paris Fashion Week.
" Apakah itu salah? Jawabannya tidak, bahkan kalau memang menamai atau menyebutkan kegiatan mereka di sana dengan sebutan Paris Fashion Week itu juga sebenarnya gak apa-apa," tuturnya.
View this post on Instagram
Dream - Beberapa tahun terakhir, produksi skincare lokal mulai meningkat dan populer di tengah masyarakat. Berbagai merek produk perawatan buatan anak negeri ini memiliki kualitas yang tidak kalah dibandingkan produk dari negara lain.
Skincare yang diproduksi merek lokal dan telah mengantongi izin dari BPOM bahkan memiliki keunggulan berupa harga yang jauh lebih terjangkau dan mudah didapatkan.
Sama halnya seperti produk dari Scarlett Whitening yang awalnya menjual body care seperti sabun dan lotion dengan berbagai aroma. Tak dipungkiri jika popularitas merek ini awalnya diperoleh dari promosikan sejumlah perempuan di media sosial.
Seiring berjalan waktu, banyak Lifestyle Influencer yang tetap memakai produk Scarlett Whitening secara sukarela karena faktor kualitas. Tak hanya bagi kalangan perempuan, merek ini juga banyak dipakai kaum Adam.

Sosok di balik kesuksesan Scarlett Whitening menjadi produk skincare yang dipercaya masyarakat tak lepas dari tangan dingin Felicya Angelista. Sebagai pemilik merek kecantikan tersebut, Felicya cukup aktif mempromosikan produknya.

Pada konferensi pers 'Reveal The Beauty of Scarlett to The World', Felicya menceritakan kisah awal berbisnis skin & body care. " Dimulainya dari 2017. Awalnya, aku hobi coba skincare dan banyak yang tanya. 'Gimana sih, caranya kulit supaya cerah, glowing, dan kelihatan sehat?'," tuturnya di acara tersebut, Rabu 23 Februari 2022.
Banyaknya pertanyaan tersebut menginspirasi Felisya untuk memberanikan diri membuat produk sendiri. Target awal adalah membuat produk perawatan tubuh seperti sabun dan lotion untuk mengetes daya serap di pasar.
" Habis itu, dilihat-lihat, kayak ada peluang bisnisnya, nih. Banyak juga yang tanya skincare-ku apa. Jadi, kenapa nggak bikin aja."

Terdorong dari kondisi itu, pemain film 'Will You Marry Me' mencoba tantangan baru dengan menghadirkan beberapa produk untuk mengatasi masalah kulit wanita Indonesia. Tak tanggung-tanggung, Felicya dan tim menguji keamanan setiap produk agar lebih berkualitas.
" Setiap produk butuh proses panjang, berbulan-bulan sampai direvisi. Karena dicobain sendiri. Dilihat gimana dampaknya. Kalau sudah yakin, ya sudah launching," lanjut pemain film 'Cinta Dalam Kardus' itu.

Kini kerja keras Felicya dan tim menghadirkan produk skincare lokal mulai memperlihatkan hasil. Tak hanya berpuas diri dengan minat pasar yang cukup tinggi, Scarlett terus berinovasi dengan melahirkan varian baru. Puncaknya, Scarlett mendapatkan kesempatan untuk membuka pop-up booth di Paris Fashion Week selama 10 hari berturut-turut.
" Kami dipercaya Kemenparekraf dan Gekraf jadi Official Beauty Brand untuk mendukung desainer lokal untuk bisa berlaga di Paris Fashion Week (PFW)," ungkapnya.

Pemain sinetron yang akrab disapa Feli bersyukur mendapat kesempatan langka yang bisa membantunya memasarkan produk skincare lokal ke kancah internasional.
" Puji Tuhan banget dapat kesempatan ini. Ini tuh, mimpi yang jadi kenyataan. Bisa bawa brand skincare Indonesia untuk diperkenalkan ke dunia" .
Di event fashion yang akan digelar awal Maret 2022 itu, Scarlett akan berkolaborasi dengan merek busana lokal. Merek kecantikan itu juga mengajak timnya, keluarga dari Feli, serta teman-teman dekatnya yang telah mendukung Scarlett.
" Kami mengajak orang yang sangat berprestasi dan menginspirasi dan punya semangat yang sama dengan Scarlett. Beberapa yang ikut ada Boy William, Ria Ricis dan Ryan, dan ada juga seorang diva Indonesia yang sangat berprestasi, Rossa," tutupnya.(Sah)
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?