Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Para hijaber Malaysia sedang punya hajatan akbar. Sebuah ajang pameran hijab, Kuala Lumpur International Hijab Fair 2014, digelar sejak Jumat yang lalu di the Putra World Trade Centre.
Sebagai ajang internasional, pameran ini tak hanya diikuti oleh desainer lokal. Puluhan desainer dan pengusaha hijab dari negeri manca pun turut memamerkan produk mereka di sini. Produk-produk asal Indonesia juga ikut dalam ajang ini.
" Ada 250 stan di KLIH, termasuk 50 stan pengusaha luar negeri, yang kebanyakan berasal dari Indonesia," kata Managing Direktor KLIH, Mona Din, dikutip Dream dari The Rakyat Post, Minggu 15 Juni 2014.
Mona menambahkan, melalui ajang ini diharapkan produk-produk busana muslim lokal bisa mempromosikan diri. Ajang ini juga mendorong para desainer dan pengusaha hijab, baik dari dalam maupun luar negeri, bersaing secara sehat.
Pameran hijab yang dibuka pada Jumat 13 Juni ini mendapat sambutan baik dari masyarakat negeri jiran. Ribuan pengunjung menyemut, dengan antusias berburu busana muslimah dan segala perniknya.
Kebanyakan pengunjung mengapresiasi acara ini, dan berharap mampu mengangkat derajat busana muslim di Malaysia. Mereka yakin usaha ini mampu menempatkan Malaysia sebagai pusat fesyen muslim internasional.
" Pameran ini dapat memperkenalkan kepada publik tentang fesyen muslim terkini, di samping meningkatkan status busana muslim di arena global. Acara seperti ini harus dilanjutkan dan diorganisasi dengan baik," kata seorang pengunjung, Tengku Asmadi Mohamad.
Pengunjung lainnya, Azwina Aditiya, juga gembira dengan ajang ini. Perempuan berusia 31 tahun ini bersyukur dengan persaingan sehat di antara desainer lokal dalam menawarkan produk kepada para konsumen.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya