Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dua Robot Penerima Tamu Di Hotel Henn-na (Foto: Shutterstock)
Dream - Sebuah hotel di Jepang, Henn-na, atau Strange, `memecat` 243 robot yang menangani berbagai pekerjaan harian mereka.
Dilaporkan Futurism, masalah muncul saat sejumlah robot tidak dapat mengaplikasikan sejumlah ide kreatif. Beberapa di antara yang bermasalah yaitu robot velociraptor yang mengelola meja tamu.
Selain robot velociraptor, robot lain yang dianggap bermasalah yaitu robot Churi. Robot ini ditempatkan sebagai asisten pribadi di setiap kamar pengunjung.
Menurut Wall Street Journal, robot-robot itu juga semakin menjengkelkan. Sebab, beberapa diantara robot tak mampu menangani masalah sederhana.
Robot Velociraptor misalnya, tidak dapat mengerjakan fotokopi paspor pengunjung asing. Karyawan hotel harus datang untuk memfotokopi paspor tersebut.
Sementara Churi, yang dapat mengubah suhu kamar dan menjawab obrolan dasar sederhana, tidak dapat menjawab saat ditanyai area atau atraksi hiburan. Padahal, manajemen Hotel Henn-na dengan percaya diri tidak melengkapi tiap kamar hotel dengan telepon.
Sebagai solusi masalah ini, manajemen juga menempatkan seseorang di meja tamu untuk menjawab kebutuhan tamu hotel.
Yang menyebalkan, Churi juga kerap membangunkan tamu hotel yang mendengkur. Churi menganggap, dengkuran itu sebagai obrolan yang perlu untuk dijawab.
Robot-robot yang berada di Hotel Henn-na ini akhirnya hanya menjadi pajangan. Robot piano misalnya, hanya duduk di kursi tanpa memainkan tuts piano.
Rencananya, Manajemen Henn-na masih akan mengadaptasi kemampuan robot di hotelnya. Tetapi, mereka lebih mengarahkan pada sistem yang lebih bermanfaat, semisal kunci pintu pengenal wajah.
Nah, kabar ini harusnya tak membuat manusia terlalu khawatir dengan invasi pekerjaan karena munculnya robot pekerja, bukan?
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya