Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan
Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?
10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah
Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Dream - Masyarakat Indonesia tengah bersiap menyambut fenomena langka Gerhana Matahari Total (GMT) yang akan terjadi pada Rabu 9 Maret 2016. Satu hal yang menarik, Indonesia menjadi satu-satunya negara beruntung yang bakal dilintasi fenomena yang kabarnya hanya terjadi dalam 350 tahun sekali itu.
Tak hanya itu, hal lain yang menarik terkait kemunculan gerhana adalah keberadaan sejumlah mitos unik yang sudah berkembang di tengah masyarakat Indonesia sejak lama. Contohnya, mitos yang menyebutkan bahwa ibu hamil tak boleh keluar rumah ketika gerhana agar bayinya tak lahir cacat.
Adapula mitos yang mengatakan jika ibu hamil tak boleh menggunakan pisau untuk memotong apapun saat terjadi gerhana atau anaknya kelak akan lahir dengan bibir sumbing. Dan mitos ibu hamil yang disarankan tak menyentuh perutnya ketika gerhana sedang berlangsung atau sang bayi akan lahir dengan tanda lahir.
Mitos-mitos tersebut tentu saja tak sejalan dengan logika dan hingga saat ini pun belum ada bukti pasti yang membenarkan bahwa gerhana memiliki dampak fisik pada tubuh manusia, terutama ibu hamil.
Lantas mengapa bisa muncul mitos-mitos tersebut? Dari mana mitos-mitos tentang gerhana itu berasal? Berikut ulasannya.
Usut punya usut, mitos tentang ibu hamil dan gerhana ternyata dahulu awalnya berasal dari India. Saat itu, para wanita berusaha agar tak melahirkan saat gerhana karena ada kepercayaan bahwa anaknya nanti akan mengalami kesulitan hidup jika lahir tepat saat gerhana terjadi.
Masyarakat yang percaya pun berusaha menangkal efek gerhana dengan menggunakan bahan-bahan metal yang diletakkan di celana dalam. Adapula sebagian dari mereka yang sengaja menunda atau mempercepat kelahiran demi menghindari gerhana.
Sementara menurut kalangan medis, menunda atau mempercepat kelahiran demi menghindari gerhana itulah yang justru berbahaya bagi ibu hamil dan calon bayi.
Meski hingga kini belum ada bukti ilmiah yang membenarkan bahwa ibu hamil tak boleh keluar rumah melihat gerhana, namun mitos tersebut masih saja dipercaya oleh masyarakat. Tak hanya di Indonesia, tapi juga di berbagai belahan dunia.
(Berbagai sumber)
Advertisement
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?

Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya

Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?