Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Biasanya, hamburger atau burger menggunakan roti sebagai dasar sajiannya, namun tidak dengan makanan yang satu ini. Untuk para pecinta ramen bisa dikatakan ini kabar gembira. Biasanya ramen dinikmati dengan kuah dan toping berupa telur atau lembaran rumput laut.
Inovasi baru ini tercipta dari tangan dingin Wahyu Zulkarnain, Bima Juliansyah dan Agisni Juliandri Timoris. Di tangan mereka ramen diubah tampilannya menyerupai burger.
" Kami namakan geram supaya menarik di telinga dan akronimnya bagi kami itu menarik. Geram sendiri adalah burger yang dicampur dengan mie ramen dan disiram dengan saus teriyaki yang manis merupakan kombinasi yang pas di lidah. Semua bahan-bahan Geram merupakan racikan sendiri atau home made," ujar Bayu saat ditemui dalam acara Scarf Magz Fest 2014 bertema Localspirit, Sabtu (19/10/2014).
Bayu mengatakan, bahan-bahan yang dipilihnya tidaklah sembarangan. Banyak pemikiran dan pertimbangan. " Kami tidak kompomi untuk bahan yang digunakan semuanya home made karena kami ingin terjaga kualitasnya. Ini yang membuat Geram berbeda dengan yang lainnya. Alhamdulillah pelanggan kami suka," ujar Bayu.
Dalam sehari Bayu mengaku penjualan bisa menghabiskan tak kurang dari 800 burger. Biasanya even-even seperti festinal menjadi incaran bayu untuk menjual olahannya tersebut.
Untuk saat ini, penikmat ramen ala burger ini belum bisa menemukan gerai khusus yang menetap di satu lokasi. Bayu masih memiik cara berjualan online dan pengantaran dalam jumlah terbatas.
" Kami bisa delivery tetapi tidak ke semua tempat. Untuk lebih lanjutnya bisa lihat media sosial seperti twitter @geramindonesia dan instagram GeramIndonesia," ujar Bayu.
Soal harga menurut Bayu sesuai dengan kualitas makanan yang ditawarkan. " Range harganya Rp. 15.000 sampai Rp. 30.000 itu berbagai macam tidak hanya burger ramennya. Kalau penasaran bisa datang kami ada sampai hari Minggu, 19 Oktober 2014," katanya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya