Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Menteri Pariwisata Arief Yahya Menerima Penghargaan Dari GMTI 2019 (Dream.co.id/Muhammad Ilman Nafi'an)
Dream - Menteri Pariwisata, Arief Yahya, bersyukur Indonesia akhirnya menempati peringkat 1 dalam Global Muslim Travel Index (GMTI) 2019 bersama Malaysia. Capaian ini akhirnya terwujud setelah ditargetkan sejak 2015 lalu.
" Alhamdulillah Indonesia menjadi yang pertama, ini kemenangan yang direncanakan," ujar Arief di Hotel Pullman, Jakarta, Selasa 9 April 2019.
Arief menjelaskan progres pembangunan sektor wisata halal di Indonesia menunjukkan peningkatan yang signifikan. Posisi Indonesia pada GMTI terus naik.

Danau Toba (Foto: Shutterstock.com)
Pada 2015, Indonesia menempati urutan keenam dalam GMTI. Setahun kemudian, Indonesia berada di urutan keempat.
Posisi ketiga ditempati Indonesia pada 2017. Sedangkan pada 2018, Indonesia berada di urutan kedua di bawah Malaysia.
" Kita memang terbaik, kalau nggak menang jurinya salah," kelakar Arief disambut tawa hadirin.

Mandalika Lombok (Foto: Shutterstock.com)
Penyusunan GMTI didasarkan pada empat kriteria yaitu akses, komunikasi, lingkungan dan layanan. Menurut Arief, target selanjutnya dari Kementerian Pariwisata yakni lebih meningkatkan kualitas dalam kriteria penilaian GMTI.
Arief mengaku puas dengan capaian ini. Menurut dia, menempati peringkat pertama merupakan cita-citanya saat dilantik menjadi Menteri Pariwisata.
" Pemimpin tidak akan pernah tidur sebelum menjadi yang terbaik. Indonesia memang layak menang," kata dia.
© Dream
Menteri Pariwisata, Arief Yahya, bersyukur akhirnya Indonesia menempati urutan pertama destinasi wisata ramah Muslim dunia versi Global Muslim Travel Index (GMTI) 2019.
Arief pun mengungkapkan capaian ini merupakan tekadnya selama menjabat sebagai Menpar. Dia ingin pariwisata Indonesia dikelola sesuai standar dunia.
" Selama menjadi menteri, maka akan saya kelola pariwisata ini dengan global standar. Selalu. Maka kita terbaik," ujar Arief di Hotel Pullman, Jakarta, Selasa 9 April 2019.
Arief mengatakan Indonesia memiliki banyak sekali keragaman. Saking banyaknya, Indonesia tidak punya sesuatu yang lebih ditonjolkan ketika ditanya bangsa bangsa lain.
Untuk itu, Arief berpesan kepada masyarakat Indonesia agar menjadikan pariwisata sebagai sektor andalan terbaik.
" Ketika saya ditanya apa andalan bangsamu? Nggak bisa saya jawab. Tapi ini guyon ya, selemah-lemahnya iman, anggap pariwisata," kata dia.
Indonesia menempati posisi pertama dalam GMTI 2019, sejajar dengan Malaysia. Dalam kurun 5 terakhir, progres pengembangan industri wisata halal Indonesia dianggap paling baik.
Advertisement
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia