Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dream - Memasuki tahun keempat, Indonesia Fashion Week (IFW) 2015 siap digelar selama empat hari. Mengambil lokasi di Jakarta Convenstion Center (JCC), Senayan mulai dari besok, 26 Februari hingga 1 Maret 2015.
Pekan mode tahunan ini digelar Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) dan PT Kerabat Dyan Utama (Radyatama) yang didukung oleh Kementerian Pariwisata, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah.
Tidak hanya pagelaran busana, di perhelatan ini juga akan digelar pameran dagang, seminar, talkshow, workshop dan kompetisi desain.
IFW berupaya keras mewujudkan mimpi besar mengembangkan industri mode Tanah Air dan menjadikan Indonesia sebagai pusat mode dunia di tahun 2025.
Sebanyak 2.522 busana dari 747 label karya 230 desainer Tanah Air dan mancanegara seperti Jepang, Korea, India, dan Australia siap disuguhkan dalam 32 fashion show di dua panggung runway.
IFW tetap konsisten menerapkan Local Movement dan memperkuat program Green Movement yang menerapkan konsep Sustainable Fashion atau Eco-Fashion sebagai bentuk kepedulian akan lingkungan hidup melalui kampanye "Fashionable People, Sustainable Planet".
"Untuk menjadi pusat mode dunia kami berupaya mengoptimalkan kekuatan lokal. Pondasinya bertumpu pada kekayaan lokal dan kepedulian lingkungan yang harus diterapkan oleh seluruh pelaku industri mode di Tanah Air," ujar Dina Midiani, Direktur Kreatif Indonesia Fashion Week (IFW), Rabu 25 Februari 2015.
Dina Midiani juga menambahkan perhelatan besar ini bertujuan menjadi wadah para pebisnis mode menambah edukasi soal perkembangan mode dan bisnis.
"Kami tidak mau kalau event mode ini hanya imej, tapi juga bisnisnya. Jangan sampai masyarakat sudah melek mode, malah belinya dari luar," ungkapnya di Kantor Kemenparekraf, Jakarta. (Ism)
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?