INFOGRAFIS: Yuk Alihkan Selebrasi Tahun Baru ke Daring

Reporter : Dwi Ratih
Rabu, 16 Desember 2020 06:33
INFOGRAFIS: Yuk Alihkan Selebrasi Tahun Baru ke Daring
Semua dilakukan demi cegah paparan COVID-19.

Dream - Pergantian tahun selama ini identik dengan perayaan untuk semua lapisan masyarakat di belahan dunia. Detik-detik bergantinya tahun menjadi momen kumpul dan makan bersama keluarga seraya berdoa agar tahun baru akan berjalan lebih baik.

Namun momen rutin tahunan itu tidak akan bisa dirasakan pada pergantian tahun 2020 ke 2021 mendatang.

Melihat tingginya angka kasus COVID-19 di Indonesia, pemerintah melarang semua bentuk selebrasi yang memicu kerumunan di akhir tahun nanti.

Infografis Dream.co.id© Dream.co.id/Dwi Ratih

Wakil Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Luhut Pandjaitan memerintahkan seluruh jajaran TNI dan Polri untuk senantiasa memperkuat operasi perubahan perilaku di masyarakat.

Operasi perubahan perilaku dan disiplin protokol kesehatan 3M dalam rangka menyambut natal dan perayaan tahun baru akan didahului dengan apel besar.

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

1 dari 4 halaman

INFOGRAFIS: Wajib Tahu! Gejala Umum COVID-19 Pada Si Kecil

Dream - Gejala Covid-19 yang dialami orang dewasa dan anak-anak tidak memiliki perbedaan yang signifikan. Kedua kelompok usia itu juga bisa merasakan gejala seperti demam dan sesak napas.

Virus Covid-19 umumnya makin mengganas pada pasien yang memiliki penyakit bawaan seperti diabetes, darah tinggi dan asma.

Menilik gejala Covid-19 pada anak, sebuah penelitian dilakukan tim dari University of Alberta, Kanada dengan melakukan tes Covid-19 pada ribuan anak. Hasil penelitian itu menemukan beberapa gejala umum yang sering muncul pada anak, berikut daftarnya:

Infografis Dream.co.id© Dream.co.id/Dwi Ratih

Penelitian dilakukan lebih dari 2.400 anak di provinsi Alberta, Kanada, yang dites virus Covid-19 antara 13 April dan 30 September 2020.

Gejala COVID-19 yang paling sering muncul pada anak adalah kehilangan kemampuan menghirup/perasa (anosmia), ini tujuh kali lebih tinggi pada anak-anak dengan COVID-19.

Untuk gejala sakit perut lima kali lebih mungkin, dan sakit kepala dua kali lebih mungkin. Semantara gejala demam 68% lebih mungkin terjadi pada anak-anak dengan hasil tes positif COVID-19.

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

2 dari 4 halaman

Saudi Deklarasikan Wabah Covid-19 Sudah Terkendali

Dream - Kementerian Kesehatan Arab Suadi mendeklarasikan kemenangan melawan Covid-19. Mereka mengklaim penyebaran kasus Covid-19 saat ini telah terkendali.

Saudi melaporkan kasus infeksi baru saat ini hanya berjumlah 139. Untuk pertama kalinya kasus baru muncul di bawah 150 sejak pandemi Covid-19 melanda Saudi.

Data sebaran harian Kemenkes Saudi juga menunjukkan hampir semua daerah kini merupakan zona aman. Sejak pekan lalu, hampir semua daerah Saudi hanya mencatatkan kasus harian di bawah 50.

" Kami berada di antara negara-negara dengan kontrol dan penurunan kasus yang nyata," ujar juru bicara Kemenkes Saudi, Mohammed Al Abd Al Aly.

Al Aly mengatakan pandemi yang kini lebih terkendali bisa terjadi berkat kepatuhan masyarakat menerapkan protokol kesehatan.

" Tidaklah mungkin tanpa koordinasi antara masyarakat dan otoritas yang berwenang dalam menghadapi pandemi ini guna memastikan setiap orang sehat dan aman," kata dia.

3 dari 4 halaman

Bersiap Vaksinasi

Dalam beberapa hari ke depan, Saudi akan melaksanakan tahap pertama penyuntikan vaksin Pfizer-BioNTech untuk melawan Covid-19. Al Aly mengimbau setiap orang bersedia divaksin meski sudah sembuh dari Covid-19.

" Laporan dari seluruh dunia tentang vaksin menunjukkan pertanda baik," kata Al Aly.

Al Aly menegaskan vaksin sangat penting untuk menjamin keamanan dan kesehatan masyarakat. Dia menekankan semua orang perlu mendapatkan vaksin.

" Tidak ada penelitian yang dapat mengkonfirmasi atau menyangkal infeksi kedua setelah beberapa waktu berlalu dari diagnosis awal mereka," kata dia.

Lebih lanjut, Al Aly mengatakan pemeriksaan kesehatan untuk orang yang akan divaksin tidak diperlukan. Seseorang yang telah mendaftar untuk mendapatkan vaksin akan menjalani wawancara biasa mengenai kesehatan mereka, dikutip dari Arab News.

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

4 dari 4 halaman

INFOGRAFIS: 4 Asupan untuk Si Kecil Agar Kesehatan Pencernaan Terjaga

Dream - Jangan cuma pencernaan kamu saja yang mendapat perhatian lebih besar di masa pandemik saat ini. Kamu yang sudah berkeluarga juga harus menjamin asupan keluarga, terutama si kecil, tetap terjaga agar imunitas tubuh terawat baik.   

Imunitas jadi topik paling banyak dibicarakan setiap kali membahas cara mencegah penularan Covid-19. Kamu tentu panik kan ketika si buah hati sakit dan khawatir menbawanya ke rumah sakit?

Ahli gizi Dr. Rita Ramayulis DCN, M.Kes menjelaskan, ada hubungan timbal balik antara sistem penceraan, sistem otak dan perasaan atau hati si kecil. Komunikasi homeostatik ini melibatkan jalur persarafan, hormonal, dan imunologi.

Komunikasi dari tiga sistem itu akan memberi efek berupa mood, kognitif, dan emosi yang diperlihatkan anak.

Untuk itu, kamu sebagai orangtua wajib halnya perhatikan sistem pencernaan si kecil lewat asupan berikut ini:

Infografis Dream.co.id© Dream.co.id/Dwi Ratih

Jika si kecil aman dari penyakit, orangtua pun senang bukan? Untuk itu, jangan sampai terlewatkan tentang hal ini, ya.

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Beri Komentar