Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Pria Enggan Periksakan Kanker Prostat (shutterstock.com)
Dream - Kanker prostat merupakan penyakit non-kulit paling umum yang menyerang pria. Konsep 'kejantanan' mengakibatkan pria lebih rentan terserang kanker dibandingkan wanita. Dengan tingkat prevalensi tinggi, masih banyak yang enggan pergi ke dokter.
Kanker prostat merupakan kanker nomor tiga terbanyak di Indonesia setelah kanker paru-paru dan dubur. Di 100.000 populasi, ditemukan 15 kasus kanker prostat. Angka ini terus meningkat seiring dengan kesalahan persepsi pria.
Sebagian besar pria merasa perlu untuk unjuk kejantanan. Mereka cenderung mengadopsi gaya hidup tidak sehat dan menghiraukan tanda-tanda masalah kesehatan. Banyak dari mereka yang merasa tangguh.
" Waktu adalah kunci dalam perawatan kanker, tetapi kami justru sering mendapati pasein pria yang menunda memeriksakan diri ke dokter hingga kanker mereka telah mencapai tahap lanjut," tutur Richard Quek, Senior Consultant Medical Oncology Parkway Cancer Center (PCC) Singapore, di Jakarta, Kamis 31 Januari 2019.
Pada umumnya pasien mengalami gejala seperti letih berkelanjutan dan gangguan kemih. Mereka menganggapnya sebagai penyakit ringan. Padahal Richard menegaskan keduanya dapat menjadi pertanda awal kanker prostat.
© Dream
Poh Beow Kiong, ahli urologi dari PCC Singapore, menyebutkan bahwa usia berperan penting terhadap kanker prostat.
" Dari 100 laki-laki berusia 70 tahun, kemungkinan akan ditemukan 60-80 persen peluang ditemukannya sel kanker pada individu yang tampak sehat," kata Poh.
© Dream
Beberapa faktor lain seperti genetik, obesitas, konsumsi rokok serta orang berkulit putih juga dapat memperbesar risiko kanker. Selain itu, banyak pria merasa takut akan kehilangan penisnya.
" Padahal tidak semua kanker prostat sifatnya ganas. Pertumbuhannya sangat lambat, yakni selama 10 tahun. Jenis yang jinak dapat dimonitor agar tidak berubah menjadi ganas dengan melakukan pengecekan setiap 6 bulan ke dokter spesialis onkologi," kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun