Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Shutterstock
Dream - Kanker prostat adalah penyebab utama kedua kematian terkait kanker bagi pria. Makan makanan yang tinggi serat buah dan sayuran sangat penting dalam mencegah risiko penyakit kronis seperti kanker.
Apel adalah buah yang banyak dikonsumsi di seluruh dunia karena perannya yang dikenal baik dalam menurunkan risiko penyakit kronis seperti kanker. Apel mengandung banyak senyawa aktif seperti flavonoid, fenol, dan karotenoid, yang baik untuk tubuh.
Terdapat beberapa polifenol alami, seperti flavonoid dan asam fenolik dalam apel adalah penyebab utama efek anti kankernya. Intip beberapa polifenol utama yang terkandung dalam apel.

Polifenol alami yang ditemukan dalam apel ini menunjukkan efek anti-proliferasi pada sel kanker paru-paru, sel kanker lambung, sel kanker usus besar, sel kanker payudara juga kanker prostat.
Kaempferol menginduksi apoptosis, suatu bentuk sel mati yang terprogram untuk mengaktifkan reseptor. Sel ini membantu menghilangkan sel kanker dan menjaga keseimbangan tubuh.
Caffeic Acid adalah salah satu polifenol utama yang ditemukan dalam sumber makanan, termasuk apel. Zat ini memiliki mekanisme antikarsinogenik yang membantu melawan efek berbahaya dari karsinogen dan mencegah timbulnya kanker.
Asam caffeic juga memiliki antioksidan kuat yang membantu mengurangi risiko kanker akibat stres oksidatif.
Beberapa turunan dari polifenol ini juga menunjukkan efek sitotoksik yang membantu menekan proliferasi atau peningkatan jumlah sel yang cepat.

Juga dikenal sebagai tanin kental, proanthocyanidins ada dalam apel (terutama kulit apel). Dalam sebuah penelitian, ditemukan bahwa proanthocyanidins dalam buah-buahan lain seperti biji anggur dan blueberry menunjukkan efek anti-proliferatif dan pro-apoptosis dan mengurangi pertumbuhan sel tumor.

Gallic Acid hadir dalam kulit apel sebagai galotanin. Sebuah penelitian telah menunjukkan efek anti-kanker dari asam galat dalam kasus tumor mulut, leukemia dan kanker kerongkongan.
Gallic Acid mempromosikan induksi apoptosis dan membantu mencegah timbulnya kanker. Studi lain menunjukkan efek kemopreventif asam galat terhadap karsinoma prostat manusia dalam biji anggur. Karena apel juga dikemas dengan polifenol kuat ini, apel dapat membantu mencegah risiko kanker prostat.
(Source: Boldsky)
Advertisement

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun


Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari