Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Tim Analis Keamanan Google menyarankan pengguna untuk memperbarui aplikasi perambah Chrome untuk menangkal serangan zero-day. Suatu serangan pada celah keamanan yang tidak memiliki patch.
Insinyur keamanan Google, Clement Lecigne, juga telah memperingatkan kerentanan zero-day berdampak pada pengguna Windows 7. Clement mendesak para pengguna Windows 7 segera beralih ke sistem operasi Windows 10 atau yang lain.
Microsoft menyebut celah keamanan ini terletak di driver kernel Windows win32k.sys. Sementara celah keamanan tersebut tidak ada di Windows 10, karena sistem operasi itu dilengkapi mitigasi tambahan yang dapat memblokir aksi penyerangan dari bug semacam ini.
Dia juga mengingatkan pengguna untuk terus memperbarui Chrome untuk menghindari serangan siber.
Seperti dilansir Forbes, Clement menyebut kerentanan ditunjukkan dengan NULL pointer di win32k! Kerentanan itu hanya dapat dieksploitasi pada Windows 7 karena mitigasi eksploitasi.
Sementara itu, Betanews menulis, pengguna Windows 7 masih menyediakan sistem keamanan tambaha Windows 7 Extended Security Updates (ESU).
Sistem ini akan menjadi imune sementara sebelum akhirnya Windows 7 benar-benar berhenti pada 2020.
Sistem ESU akan mulai dijual dari awal April 2019. Miscrosoft menawarkan harga sistem keamanan ini dari US$ 25, setara Rp356 ribu hingga US$ 200, setara Rp2,8 juta, per tahun.
Tetapi, ESU tidak ditujukan untuk pengguna pribadi.
Dalam sebuah unggahan di blog, General Manager Microsoft 365, Bernardo Caldas, menetapkan pilihan yang tersedia datang pada batas waktu 14 Januari 2020.
Selain memperpanjang sistem keamanan, Microsoft juga akan meluncurkan Microsoft Windows Virtual Desktop. Sistem operasi ini memiliki pembaruan keamanan gratis hingga Januari 2023.
Tetapi, aplikasi ini hanya sebagai jembatan aplikasi lawas yang dimiliki pengguna, sebelum akhirnya beralih ke Windows 10.
Bernardo mengatakan, Microsoft akan terus membantu pengguna yang perlu tetap menggunakan Windows 7 untuk sedikit lebih lama. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya