Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

IPB Kumpulkan Ilmuwan Bioteknologi Akuakultur Dunia

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 18 September 2018 16:43
IPB Kumpulkan Ilmuwan Bioteknologi Akuakultur Dunia
Pembahasan ini akan dilakukan di konferensi akuakultur internasional yang bakal digelar dalam waktu dekat.

Dream – Dunia budidaya perairan/perikanan atau akuakultur telah memainkan peran penting dalam memasok panen perikanan global. Untuk memenuhi permintaan produk perairan, akuakultur harus dikembangkan menuju industrialisasi.

Untuk meningkatkan kualitas dan daya saing di pasar, penciptaan lebih banyak pengusaha akuakultur juga dipandang perlu.

Dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Selasa 18 September 2018, implementasi industri perikanan budidaya juga akan meningkatkan nilai, efisiensi, dan produksi.

Implementasi itu bakal mempercepat pertumbuhan produksi akuakultur dunia yang berorientasi pada tren pasar lokal dan global.

Saat ini, bioteknologi telah terbukti secara efektif dan efisien meningkatkan produksi pangan, proses produksi, dan kualitas produk. Sebagai ilmu pengetahuan terapan, bioteknologi telah menjadi daya tarik luar biasa bagi para pengusaha dan praktisi karena memberikan kesempatan tak terbatas untuk mengembangkan teknologi baru yang dapat memperkuat industri akuakultur.

Di bidang akuakultur, penerapan bioteknologi telah mampu mendukung industri akuakultur untuk meningkatkan produksi secara efisien, termasuk pengembangan kualitas yang baik, harga yang sangat kompetitif, dan pakan yang ramah lingkungan; perbaikan kesehatan organisme air, optimalisasi kualitas air dalam sistem akuakultur, serta perbaikan genetika ikan dan sistem reproduksi dalam akuakultur.

Dalam waktu dekat, pengembangan bioteknologi akuakultur diharapkan akan berperan lebih signifikan dalam memenuhi permintaan pangan global, juga mengatasi masalah ketahanan pangan dunia.

Inilah yang akan dibahas di Konferensi Internasional Bioteknologi Akuakultur (International Conference Aquaculture Biotechnology/ICAB). Konferensi ini akan digelar oleh Institut Pertanian Bogor (IPB) di International Convention Center Bogor, Jawa Barat, pada 11 Oktober 2018.

Ilmuwan bioteknologi yang rencananya hadir yakni Dr Thavasimuthu Citarasu dari Manonmaniam Sundaranar University, India; Prof Dr Yuji Oshima dari Kyushu University, Japan; Dr. Kartik Baruah dari Swedish University of Agricultural Sciences, Swedia; juga Dr Habil Sonja Kleinertz dari DAAD Fellow Faculty of Fisheries and Marine Science IPB.

Selain penerapan bioteknologi dalam akuakultur, konferensi ini juga membahas kebijakan yang ditujukan untuk meningkatkan dan mempercepat pengembangan industrialisasi akuakultur.

Oleh karena itu, konferensi ini terbuka bagi siapa saja yang memiliki minat yang kuat dalam bidang akuakultur, yang mencakup akademisi, praktisi, peneliti, entrepreneurs dan pembuat kebijakan. 

1 dari 2 halaman

IPB Sukses Kembangkan Drone Permukaan Laut

Dream - Institut Pertanian Bogor berhasil mengembangkan teknologi kelautan terbaru berupa drone permukaan laut (Autonomous Surface Vehicle). Alat ini juga sukses menjalani uji coba pertama di perairan Kawasan Konservasi Lamun, Pulau Bintan, Kepulauan Riau.

Ketua Tim Laboratorium Instrumentasi dan Robotika Kelautan Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB, Indra Jaya, mengatakan Indonesia memiliki kawasan perairan yang luas dengan ekosistem tropis. Dibutuhkan teknologi terkini untuk melakukan pemantauan terhadap kondisi laut Indonesia.

Selain itu, kondisi perairan Indonesia sulit diakses menggunakan kapal riset. Ini lantaran kawasan laut Indonesia cenderung dangkal.

" Drone ini diharapkan dapat melengkapi dan bahkan mengisi kekosongan peralatan survei dan pemantauan pesisir yang masih sulit dijangkau oleh kapal riset," ujar Indra melalui keterangan tertulis diterima Dream, Sabtu, 8 September 2018.

 

2 dari 2 halaman

Drone Laut Cocok Untuk Riset Perairan Dangkal

 

Dream - Drone ini berbentuk catamaran (perahu dengan dua lambung) dengan panjang 2 meter. Kinerja drone ini tidak menggunakan kendali jarak jauh, melainkan dengan memasukkan program komputer ke dalam electronic box berisi perintah tentang rencana arah gerak dalam bentuk titik-titik lintasan yang akan dilalui.

Alat ini dapat digunakan untuk pemantauan ekosistem perairan pesisir seperti lamun (rumput laut), terumbu karang, laguna, dan lain-lain. Pemantauan menghasilkan data dan informasi dalam bentuk rekaman videocam bawah air, kedalaman perairan, kecerahan perairan, klorofil, serta posisi drone tiap waktu.

drone permukaan laut

Drone ini bisa menampilkan gambar bawah laut langsung menggunakan teknologi streaming yang bisa diakses lewat komputer operator. Tidak hanya itu, drone ini juga dilengkap data logger untuk menyimpan hasil pengamatan guna kebutuhan analisis lebih lanjut.

Teknologi pada drone ini merupakan bagian dari Internet of Things of Seagrass untuk pengembangan sistem observasi dan basis data ekosistem lamun. Riset ini didanai lewat Demand Driven Research Grant (DDRG) Coremap-LIPI.

Beri Komentar