Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Path, Primadona Rp819 Miliar Itu `Tutup Usia`

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 17 September 2018 18:01
Path, Primadona Rp819 Miliar Itu `Tutup Usia`
Operasional Path resmi berakhir pada 18 Oktober, namun pada 1 Oktober sudah tidak lagi tersedia di App Store maupun Google Play

Dream - Laman jejaring sosial Path resmi tutup usia. Hari ini, secara resmi Path mengumumkan tidak lagi beroperasi.

Seluruh fasilitas layanan Path akan dinonaktifkan dalam kurun waktu satu bulan usai pengumuman yaitu hingga 18 Oktober nanti. Tetapi, aplikasi jejaring sosial ini akan ditarik dari App Store dan Google Play pada 1 Oktober, dikutip dari Techcrunch.com, Senin 17 September 2018.

Para pengguna masih dapat mengunduh salinan data mereka hingga 18 Oktober. Pengumuman tentang penutupan ini dibuat Path di laman resminya, juga pada beberapa akun media sosialnya.

Path dirancang oleh manager produk Facebook, Dave Morrin bersama dua eks pengembang aplikasi Napster, Dustin Moerau dan Shawn Fanning. Muncul pada 2010, Path langsung digandrungi.

 

1 dari 2 halaman

Sempat Jadi Primadona

Dream - Banyak yang suka dengan aplikasi jejaring Path karena membatasi 50 orang rekanan untuk tiap pengguna. Ini memberikan alternatif berjejaring sosial yang lebih pribadi dibandingkan Facebook.

Selain itu, tampilan Path cukup menarik dengan gambar menu lonceng dan peluit. Sayangnya, pembatasan pertemanan itu akhirnya dicabut dan dihapus sama sekali.

Path pernah mencatatkan sudah diakses 15 juta pengguna dan mengumpulkan pendapatan mencapai US$500 juta, setara Rp7,4 triliun. Google sempat berencana membeli aplikasi ini senilai US$100 juta, setara Rp1,4 triliun, saat Path baru berusia beberapa bulan.

Secara keseluruhan, startup ini berhasil mengumpulkan pendapatan sebesar US$55 juta, setara Rp819 miliar, dari sejumlah investor terkemuka di Silicon Valley. Beberapa di antaranya seperti Index, Kleiner Perkins, dan Redpoint.

 

2 dari 2 halaman

Kejayaan Singkat

Dream - Kejayaan Path rupanya tidak berjalan lama. Path sempat berusaha meluncurkan aplikasi untuk menghubungkan pengguna dengan dunia bisnis, Path Talk, namun tidak berhasil dan akhirnya dijual ke Kakao Talk pada 2015.

Platform percakapan asal Korea itu membeli Path Talk karena populer di Indonesia. Di Indonesia, Path memiliki empat juta pengguna aktif.

Kakao Talk ingin menjadi pemain besar di pasar Indonesia dengan Path Talk. Sayangnya, dalam tiga tahun Path tidak menunjukkan perkembangan dan akhirnya Kakao membuangnya.

" Dengan penuh penyesalan kami mengumumkan kami akan menghentikan penyediaan layanan kebanggaan kami, Path. Kami memulai Path pada 2010 dalam tim kecil yang terdiri dari desainer dan insinyur yang bersemangat dan berpengalaman," demikian pernyataan resmi Path.

" Selama beberapa tahun kami berusaha menetapkan misi kami: melalui teknologi dan desain, kami ingin menjadi sumber kebahagiaan, makna, dan terhubung dengan pengguna kami," lanjut pernyataan tersebut. (ism)

Beri Komentar