Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Jangan Gunakan Kompresor Ketika Sedang Mengganti Oli. (Foto: Shutterstock)
Dream – Semua pemiliki kendaraan pasti sudah tahu bahwa mengganti oli mesin adalah ritual yang wajib dilakukan. Mengganti oli memang bisa dilakukan sendiri atau di bengkel resmi maupun tidak resmi, tapi ada baiknya menyerahkannya langsung kepada ahlinya di bengkel resmi.
Mengapa?
Dikutip dari Suzuki, Kamis 13 Juni 2019, tak sedikit pergantian oli dilakukan di bengkel non resmi dengan cara yang kurang tepat. Teknisi menggunakan tekanan angin dari kompresor.
Cara ini memang ampuh untuk mengeluarkan sisa oli dari ruang mesin. Akan tetapi, ada konsekuensi yang harus ditanggung kalau teknik ini sering dilakukan.
Teknik menguras oli dengan kompresor akan berisiko tinggi. Udara atau angin bertekanan tinggi yang disemprot ke dalam ruang mesin, mungkin mengandung uap yang bisa menjadi tetesan air pada suhu tertentu.
Uap itu berasal dari tabung kompresor yang tak diketahui karena umumnya tak terlihat. Kalau uap menjadi air, walau hanya sedikit, tetap berbahaya karena air dan oli tetap menyatu.
Efeknya cukup banyak, mulai dari slip kopling sampai mesin jebol.
Tidak hanya uap, tekanan angin pada kompresor juga berisiko melepas kotoran yang sudah tersaring pada di filter oli. Ingat, rata-rata jenis kotoran di mesin berbentuk partikel yang ukurannya kecil.
Jika tersemprot kotoran tersebut justru bisa kembali lepas dan akhirnya menempel ke sela-sela komponen mesin.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya