Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(c) Shutterstock
Tidak bisa dipungkiri, pandemi Covid-19 yang terjadi dalam beberapa bulan belakangan ini membuat keadaan jadi serba tidak pasti. Pandemi yang memaksa kita untuk tetap berada di rumah, dan mengurangi aktivitas di luar rumah. Saat di rumah saja menjadi momen untuk merancang ulang dan memikirkan kembali apa yang terbaik untuk keluarga. Tidak hanya cemas tentang kondisi kesehatan saja, kondisi finansial juga jadi hal yang menjadi beban tersendiri. Ternyata kondisi ini sesuai dengan survei yang dilakukan oleh Kantar World selama pandemi. Hasilnya menunjukkan 60% responden merasa penting untuk mempersiapkan keuangan dan memberikan perlindungan kenyamanan di masa depan.
Perlindungan untuk keluarga memang jadi hal yang utama karena mereka adalah support system yang selalu mengisi kehidupan sehari-hari. Sebagai orang tua, memberikan yang terbaik untuk keluarga adalah impian tersendiri. Baik itu dalam hal pendidikan, liburan, termasuk perlindungan finansial yang terjadi di kondisi darurat. Perencanaan keuangan jadi hal yang perlu disiapkan secara matang.
Mempersiapkan perencanaan keuangan untuk keluarga perlu memperhatikan tujuan masa depan. Dengan tujuan yang jelas, kamu bisa menetapkan sejumlah langkah. Pastikan hindari 7 kesalahan umum yang sering saat melakukan perencanaan keuangan keluarga. Apa saja sih?

Masa depan itu serba tidak pasti dan penuh risiko. Tidak ada yang tahu kapan kamu akan jatuh sakit, kecelakaan, atau meninggal dunia, sehingga hal ini sering membayangi setiap langkah dalam mencapai tujuan keuangan. Oleh sebab itu, penting banget untuk mulai menyiapkan perencanaan dan persiapan dengan memperhitungkan risiko tersebut. Asuransi bisa menjadi solusi dalam mempersiapkan berbagai risiko yang datang kapan saja.
Banyak yang terjebak dengan persepsi jika asuransi tidak sesuai dengan prinsip syariah, sehingga terdapat keraguan, bahkan enggan untuk memilikinya. Padahal, anggapan ini salah besar, lho. Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah menetapkan fatwa tentang asuransi syariah. Bahkan, ada juga asuransi syariah yang memberikan kesempatan para pesertanya untuk melakukan wakaf dan sedekah jariyah.
Ini juga menjadi salah satu anggapan yang paling umum ada di masyarakat. Banyak yang merasa malas memiliki asuransi karena harus membayar biaya yang mahal. Padahal, ini termasuk pola pikir yang keliru. Melindungi keluarga sebagai support system jauh lebih mahal dan penting. Apalagi saat ini banyak asuransi dengan premi yang terjangkau dengan perlindungan komprehensif yang bisa dipilih sesuai kebutuhan.

Dana darurat memang salah satu komponen wajib dalam perencanaan keuangan untuk kebutuhan yang mendesak dan tak terduga di masa depan. Namun, banyak yang mengira memiliki dana darurat saja sudah cukup sehingga menganggap bahwa asuransi itu tidak perlu. Padahal, hanya dengan memiliki dan darurat belum tentu bisa cukup untuk mengantisipasi. Bagaimana jika kepala rumah tangga sakit atau meninggal dunia?
Tabungan dan dana darurat saja tidak cukup apabila salah satu dari risiko tersebut terjadi. Kamu harus memiliki dana yang cukup untuk menutupi biaya kebutuhan keluarga ke depan. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan mengalihkan risiko tersebut dengan memiliki asuransi yang dibutuhkan dalam menghadapi risiko yang sering kali datang dengan tidak terduga tersebut.
Ada banyak jenis asuransi yang tersedia untuk menyesuaikan kebutuhan keluarga. Sering kali hal inilah yang membuat bingung saat ingin membeli asuransi. Padahal, dasar menentukan asuransi yang tepat adalah lewat strategi atau perencanaan keuangan keluarga. Jika tidak bijak dalam memahami kebutuhan asuransi, kamu juga akan tidak bijak dalam membeli asuransi. Hasilnya tentu saja mempengaruhi perencanaan keuangan keluarga karena tidak sesuai dengan kebutuhan yang ada.
Ada juga anggapan yang mengira bahwa semakin banyak asuransi akan semakin baik, karena berarti perlindungan jadi lebih menyeluruh. Tapi, benarkah demikian? Faktanya, tidak perlu memiliki asuransi sebanyak-banyaknya, tapi cukup pilih yang paling menjawab kebutuhan perlindungan dan kesehatan yang dimiliki.
Hal pertama yang perlu diperhatikan sebelum membeli asuransi adalah memastikan jumlah preminya sesuai dengan pendapatan. Hindari jumlah premi yang hanya membebani cashflow. Sekarang ini banyak kok asuransi dengan premi terjangkau tapi punya benefit yang lengkap.

Banyak yang melakukan penghematan sehingga membeli asuransi hanya untuk ayah sebagai kepala keluarga. Hal ini sering diputuskan karena ayah adalah pencari nafkah utama, sehingga perlu untuk memiliki perlindungan tambahan. Apakah itu saja sudah cukup? Tentu saja tidak karena setiap anggota keluarga memiliki perannya masing-masing. Ibu misalnya selain mengatur keuangan keluarga, ada juga beberapa kasus di mana ibu menjadi tulang punggung keluarga juga. Untuk itu, penting untuk memikirkan perlindungan yang menyeluruh, baik untuk ayah maupun untuk ibu. Akan lebih baik lagi, jika ada yang bisa memberikan perlindungan sekaligus untuk ayah dan ibu.
Nah, itu tadi beberapa kesalahan yang umum terjadi saat melindungi keuangan keluarga. Diskusikan dengan pasangan atau jika diperlukan berbicaralah dengan Financial Planner yang tepercaya sehingga kamu bisa mendapatkan solusi keuangan yang sesuai dengan kebutuhan.
Untuk memenuhi kebutuhan asuransi keluarga, Sun Life Indonesia menghadirkan Asuransi Salam Anugerah Keluarga yang bisa menjadi solusi untuk menghindari kesalahan tersebut. Asuransi ini berlandaskan prinsip syariah untuk membantu keluarga Indonesia mewujudkan masa depan yang lebih cerah. Preminya terjangkau dan menawarkan perlindungan keluarga yang komprehensif.
Berbeda dengan asuransi kebanyakan yang menawarkan perlindungan untuk satu orang, Asuransi Salam Anugerah Keluarga memberikan perlindungan hingga 4 anggota keluarga sekaligus, mulai dari suami, istri, dan dua orang anak. Ada total santunan asuransi bagi suami dan istri sebesar 200%, lho. Selain itu, Asuransi Salam Anugerah Keluarga memberikan kesempatan bagi peserta untuk bersedekah jariyah dan wakaf. Asuransi Salam Anugerah Keluarga hadir layaknya keluarga yang Selalu Menemani, Selamanya Melindungi.
Jika ingin mendapatkan kenyamanan lebih, Asuransi Salam Anugerah Keluarga juga dilengkapi dengan perlindungan paket asuransi kesehatan tambahan (rider), Sun Medical Platinum Syariah. Paket ini bisa menjadi pilihan untuk perlindungan keluarga yang komprehensif dan fleksibel di seluruh dunia. Dapatkan limit booster yang dapat meningkatkan batas tahunan keseluruhan hingga 6x sampai dengan Rp40 miliar, manfaat akomodasi pendamping pasien tanpa batasan umur, serta manfaat perawatan di seluruh wilayah (termasuk di luar wilayah plan yang dipilih).
Yuk, saatnya cari tahu lebih lengkap tentang Asuransi Salam Anugerah Keluarga dengan klik di sini.
Tips ini merupakan kolaborasi antara Sun Life Indonesia dengan Perencana Keuangan Independen Bareyn Mochaddin.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya