Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Periksa Mata Anak/ Foto: Shutterstock
Dream - Myopia atau yang sering disebut dengan mata minus merupakan kondisi ketika penglihatan kabur pada jarak jauh dan jelas pada jarak dekat. Kondisi ini terjadi tidak hanya pada orang dewasa, namun kini banyak dapat terjadi pada anak-anak.
Kondisi mata minus pada anak cenderung sulit dideteksi, karena banyak anak mungkin tidak menyadari mengalami gangguan penglihatan. Penting bagi orangtua untuk mengenali gejalanya, terutama pada anak-anak yang suka main gadget berjam-jam.
Dokter Zoraya A. Feranthy, spesialis mata, menjelaskan kalau terdapat kecenderungan pada anak yang mengalami mata minus dan harus diperhatikan orang tua. Salah satunya adalah sering memicingkan mata, terutama ketika melihat sesuatu yang jauh.

Ciri lainnya adalah Abnormal Head Position, yaitu ketika anak memiringkan kepala dari posisi normalnya. " Mungkin kalau suka lihat anaknya, nonton TV makin seru, sampai miring-miring – itu merupakan suatu tanda-tanda,” ujar dr. Zoraya dalam konferensi pers Miyosmart di Jakarta Selatan, 23 November 2022.
Dokter juga menjelaskan bahwa mendekatkan benda ke wajah untuk melihat merupakan tanda-tanda lainnya dari mata minus. “ Kalau memegang suatu objek, misalnya handphone, atau gawai lainnya, dia sukanya dari dekat,” ungkapnya.
Terakhir, anak suka kedip-kedip lebih sering dari biasanya untuk melihat suatu objek. Perhatikan juga frekuensi kedipan saat anak melihat sesuatu.
“ Suka kedip-kedip, Jadi terkadang karena penglihatannya yang kurang jelas sehingga mereka perlu memicingkan atau mengedipkan matanya lebih banyak dari biasanya untuk memfokuskan cahaya,” kata dr. Zoraya.
Jika orang tua menemukan tanda-tanda tersebut pada anak, penting untuk memeriksakannya ke dokter. Seringkali gejala tersebut dianggap hal biasa, ternyata saat diperiksa minus mata anak sudah tinggi.
" Skrining kesehatan mata anak sangatlah penting. Bagi orangtua yang anaknya memiliki gejala myopia, segera periksakan mata anak Anda untuk memastikan diagnosa agar terdeteksi dan dirawat sejak dini," ujarnya.
Laporan: Meisya Harsa Dwipuspita
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya