Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Perawatan Kompor
DREAM.CO.ID - Kompor jadi salah satu peralatan dapur yang paling sering digunakan setiap hari. Mulai dari memasak sarapan, makan siang, hingga makan malam, semuanya bergantung pada performa kompor.
Karena intensitas pemakaiannya tinggi, penting untuk melakukan perawatan kompor secara rutin agar tidak cepat rusak dan tetap aman digunakan. Dengan perawatan yang benar, kita bisa memperpanjang umur kompor dan menghindari risiko seperti kebocoran gas atau api yang tidak stabil.
MODENA, brand home appliance berbagi tips merawat dan service kompor agar tetap awet MODENA juga menyediakan layanan perawatan berkala melalui jaringan MODENA Service Center resmi di seluruh Indonesia.
“ Banyak pengguna baru melakukan perawatan hanya setelah kompor mengalami masalah, padahal pemeriksaan rutin bisa mencegah kerusakan sejak dini. Selain dengan melakukan perawatan mandiri secara berkala," ujar Head of Customer Care MODENA, Rully Sujarko.
Simak tips merawat kompor di bawah ini:
Umumnya, ada dua tipe kompor yang paling banyak digunakan di rumah tangga, yaitu kompor gas dan kompor listrik.
Kompor gas umumnya cocok untuk pengguna yang ingin kontrol panas lebih
fleksibel, sedangkan kompor listrik ideal bagi mereka yang mengutamakan tampilan dapur modern dan kemudahan perawatan.
Selain pemilihan produk, instalasi juga jadi faktor penting. Kompor bisa mudah rusak kalau pemasangannya tidak sesuai standar. Selain itu, penggunaan regulator gas yang tidak cocok dengan spesifikasi kompor dapat menyebabkan kebocoran gas dan menurunkan efisiensi pembakaran. Kalau kamu tidak yakin dengan teknis pemasangan, sebaiknya gunakan layanan instalasi dari teknisi resmi.

Selama pemakaian, kebersihan kompor juga harus dijaga. Bersihkan bagian luar kompor secara rutin agar tidak menumpuk minyak, noda makanan, atau karat.
Lap permukaan setelah digunakan dengan kain lembap, lalu keringkan. Hindari meletakkan wajan atau panci yang masih basah di atas kompor karena bisa mempercepat timbulnya karat.
Agar tidak mudah berkarat, hindari penggunaan alat masak yang lembab di atas kompor. Khusus untuk kompor listrik, pastikan hanya menggunakan wajan khusus kompor listrik (induction-ready) dengan diameter sesuai spesifikasi. Penggunaan wajan yang tidak sesuai bisa membuat panas tidak merata dan memperpendek umur pemanas kompor.
Ada beberapa hal yang bisa diperhatikan untuk identifikasi awal kerusakan kompor. Salah satu tanda paling umum adalah warna api kompor berubah menjadi merah.
Api yang baik seharusnya berwarna biru, karena itu menandakan pembakaran sempurna. Api berwarna merah bisa menandakan adanya sumbatan di lubang gas atau tekanan gas yang tidak sesuai. Jika dibiarkan, hal ini bisa bikin proses masak lebih lama dan cepat membuat peralatan dapur gosong.
Masalah lain yang sering muncul adalah kompor tidak menyala sama sekali. Kondisi ini bisa disebabkan oleh pemantik yang rusak atau baterai pemantik habis. Kamu bisa coba mengganti baterai terlebih dahulu.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya