Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Makanan Hotdog (www.vanguardia.com.mx)
Dream - Malaysia mewajibkan seluruh restoran dan toko makanan mengganti nama makanan hotdog dan sejenisnya. Jika kewajiban itu tidak dijalankan, restoran dan toko makanan terancam tak bisa lagi berjualan menu hotdog.
Setelah ditelusuri, keputusan pemerintah Malaysia ini dipicu nama hotdog yang terkesan najis. Dikhawatirkan makanan tersebut mengandung unsur daging anjing.
Meskipun bernama hotdog, makanan ini sebenarnya tidak mengandung unsur anjing. Di Barat, makanan ini dibuat secara tradisional menggunakan daging babi. Di negara-negara muslim, seperti di Malaysia, menu utama itu biasanya diganti dengan ayam.
Malaysia merupakan negara dengan penduduk mayoritas beragama Muslim. Pemerintah di negara ini menerapkan kebijakan mewajibkan semua makanan harus mencantumkan sertifikasi halal.
© Dream
Direktur Divisi Halal Departemen Pembangunan Islam Sirajuddin Suhaimee mengatakan pihaknya mendapat banyak keluhan dari para wisatawan yang berasal dari negara-negara Muslim. Tampaknya mereka memahami nama makanan itu secara harfiah.
" Setiap produk halal yang membuat konsumen kebingungan, harus kami ubah," ujar Sirajuddin.
" Dalam Islam, anjing dianggap haram dan tidak bisa disangkutkan dengan sertifikasi halal," ucap dia melanjutkan.
© Dream
Aturan ini juga melarang setiap nama makanan menggunakan kata anjing, seperti cheesedog atau chilidog.
Selanjutnya, Sirajuddin mengatakan pihaknya akan memeriksa ratusan outlet yang masih mengiklankan hotdog. Pihaknya akan memastikan outlet-outlet tersebut mematuhi ketentuan ini.
Salah satu waralaba Amerika Serikat yang menjual hotdog dan sejenisnya, Auntie Anne's, menyatakan akan mematuhi ketentuan ini. Waralaba yang memiliki 45 outlet di seluruh Malaysia ini akan mengubah kata 'dog' dengan kata 'sausage' yang berarti sosis.
" Ini hanya isu kecil. Kami akan mengubah nama itu dan saat ini kami sedang dalam proses," ujar direktur Auntie Anne's Malaysiam Farhatul Kamilah Mohamed Sazali.
Sumber: dailymail.co.uk
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya