Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Jembatan Seruni Point (Dok. Kementerian PUPR)
Dream - Indonesia akan mempunyai jembatan kaca pertama bernama Jembatan Kaca Seruni Point, yang berlokasi di kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Bromo Tengger Semeru, Probolinggo, Jawa Timur.
Proyek yang dikerjakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) ini direncanakan akan selesai pada Desember tahun ini.
Membayangkan jembatan kaca, tentunya identik dengan wujud jembatan transparan yang biasanya berada pada ketinggian tertentu. Bagaimana dengan Jembatan Seruni Point? Jembatan ini posisinya berada di atas jurang dengan kedalaman sekitar 80 meter.
Panjangnya membentang sepanjang 120 meter dengan lebar 1,8 meter pada bentang utama dan 3 meter pada bagian awal dan tengah bentang.
Jembatan yang dibangun dengan tipe suspended cable ini mulai dikerjakan pada akhir September 2021, yang sebelumnya ditargetkan selesai pada akhir September 2022 namun mundur hingga akhir tahun.
Sistem struktur lantai atau deck jembatan gantung ini berupa kaca pengaman berlapis (laminated glass) yang terdiri dari dua lembar kaca atau lebih. Kaca itu direkatkan satu sama lain dengan menggunakan satu atau lebih lapisan laminasi (interlayer). Total ketebalannya mencapai 25,55 mm.

Struktur jembatan ini dilengkapi double protection steel berupa baja galvanis yang dilapisi cat epoxy agar lebih tahan terhadap karat.
Sementara itu, strukturnya juga akan dilengkapi double protection steel berupa baja galvanis yang dilapisi cat epoxy supaya lebih tahan terhadap karat.
Diharapkan adanya jembatan kaca ini bisa menjadi destinasi wisata adrenalin yang menghubungkan Terminal Wisata Seruni Point dengan Shuttle Area.
Wisatawan yang melewati jembatan kaca akan dapat melihat pemandangan Gunung Bromo, Gunung Batok dan Gunung Semeru. Dengan begitu jembatan ini diharapkan bisa meningkatkan kunjungan wisatawan ke KSPN Bromo-Tengger-Semeru.

“ Kami akan berupaya agar pembangunan jembatan kaca dapat selesai sesuai waktu rencana. Kedepannya, tata kelola operasional jembatan kaca akan dilakukan oleh Kementerian LHK dan Pemerintah Kabupaten Probolinggo sehingga dapat mendongkrak jumlah wisatawan ke Bromo dan dapat meningkatkan perputaran roda perekonomian terutama meningkatkan kesejahteraan warga sekitar,” jelas Kepala Balai Geoteknik, Terowongan dan Struktur Fahmi Aldiamar, demikian dikutip dari Liputan6.com.
Penataan ruang publik Seruni Point juga memperhatikan karakteristik dan kearifan lokal budaya Suku Tengger, salah satunya dengan menerapkan konsep Tiga Bentar pada area kedatangan.
Fahmi juga mengatakan bahwa jembatan kaca ini dibangun dengan perhitungan perencanaan yang komprehensif sesuai dengan standar dan proses uji laboratorium karenanya jembatan ini akan aman untuk difungsikan bagi wisatawan.
Sementara itu, Plt Bupati Probolinggo Timbul Prihanjoko pun melihat langsung manajemen dan pengelolaan destinasi wisata jembatan gantung Situ Gunung yang merupakan jembatan gantung terpanjang se-Asia. Harapannya, dengan studi banding itu bisa menjadi referensi dalam pengelolaan jembatan kaca Gunung Bromo.
Pastinya di setiap tempat wisata akan ada fasilitas umum yang bisa digunakan oleh wisatawan yang datang. Akan ada area parkir, bangunan multifungsi untuk restoran, tempat istirahat komersial dan ada juga toilet, mushola, jalur pengunjung, bangunan tiket, serta amphitheater yang mendukung kegiatan seni dan budaya lokal.
Dalam pembangunan jembatan Seruni Point, bekerja sama pula dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) lantaran melintasi kawasan Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru. Selain itu, Pemerintah Kabupaten Probolinggo merupakan penyedia lahan untuk salah satu kaki jembatan.
Laporan: Rena Safira
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya