Kesan Jokowi Jajal Mobil Listrik Hyundai Buat Kendaraan Resmi KTT G20: `Enggak Ada Suaranya`

Reporter : Nabila Hanum
Rabu, 8 Juni 2022 17:47
Kesan Jokowi Jajal Mobil Listrik Hyundai Buat Kendaraan Resmi KTT G20: `Enggak Ada Suaranya`
Mobil listrik dari perusahaan Hyundai rencannya akan menjadi kendaraan resmi para pemimpin berbagai negara pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20, di Bali, November 2022 mendatang

Dream - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ibu Negara Iriana Jokowi menjajal mobil listri buatan Hyuandai saat mengunjungi Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) di Kabupaten Batang, Jawa Tengah pada Rabu, 8 Juni 2022.

Mobil listrik keluaran perusahaan asal Korea Selatan itu rencananya akan digunakan sebagai kendaraan resmi para pemimpin negara yang hadir dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20, di Bali, November 2022 mendatang.

Dibekali baterai litium-ion berkapasitas 87,2 kWh, mobil listrik ini bisa menghasilkan daya 272 kW atau setara 200 tk dan torsi 700 Nm. Tenaga tersebut disalurkan ke semua roda dengan sistem penggerak e-AWD.

“ Tadi saya mencoba mobil listriknya Genesis dari Hyundai. Saya kira halus, enggak ada suaranya,” kata Jokowi.

1 dari 3 halaman

Selepas mendarat di Pangkalan Udara Utama TNI AD Ahmad Yani di Kota Semarang, Presiden Jokowi dan rombongan melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Batang.

Setelah keluar Gerbang Tol Gringsing, Batang, Presiden dan Ibu Iriana kemudian berganti kendaraan menggunakan mobil bertenaga listrik lalu meninjau proyek KCC Glass di KITB.

“ Saya kira halus, enggak ada suaranya," ujar Presiden dalam keterangannya di kawasan proyek KCC Glass.

Selain Presiden dan Ibu Iriana, mobil listrik juga digunakan oleh Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, serta Direktur Utama PT PP (Persero) Novel Arsyad yang berada dalam satu mobil.

Terkait mobil listrik yang direncanakan sebagai kendaraan resmi para pemimpin negara G20 di KTT G20, Jokowi pernah mengungkapkannya saat bertemu Ketua Majelis Nasional Republik Korea, Park Byeong Seug, di Bali International Convention Center (BICC), Kabupaten Badung, Minggu, 20 Maret 2022 lalu.

" Minggu ini saya menghadiri peluncuran mobil listrik Hyundai IONIQ 5 menandai dimulainya produksi mobil listrik di Indonesia. Sementara mobil listrik Hyundai lainnya Genesis G80 akan menjadi mobil resmi KTT G20 sebagai showcase kerja sama RI-Korsel," ungkapnya.

2 dari 3 halaman

Jokowi Resmikan Pabrik Baterai Mobil Listrik di Batang

Dream - Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi memulai tahapan pembangunan industri baterai listrik terintegrasi di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah, Rabu 8 Juni 2022.

Presiden menyebut bahwa proyek senilai Rp142 triliun ini merupakan investasi pertama di dunia yang memproduksi kendaraan listrik dari hulu sampai hilir.

“ Dimulai dengan penambangan nikel, smelter, pabrik prekursor, pabrik katoda, kemudian baterai listrik, battery pack, hingga mobil listrik, masih ditambah lagi dengan industri daur ulang baterai. Dari hulu sampai hilir, end to end semuanya kerjakan dalam investasi ini,” ujar Jokowi dalam pernyataan resminya, Rabu 8 Juni 2022.

3 dari 3 halaman

Nantinya proses pertambangan, peleburan smelter untuk nikel akan berlokasi di Halmahera, Maluku Utara. Industri refinery pemurnian, industri prekursor, industri katodanya ada di Jawa Tengah, di Kawasan Industri di Batang.

" Sedangkan pabrik baterainya sedang dibangun di Karawang, dan pabrik mobil listriknya ada di Cikarang," tutur presiden.

Jokowi mengaku senang karena investasi tersebut dilakukan tersebar di beberapa kawasan di Indonesia, tidak hanya di Pulau Jawa. Proyek ini juga diharapkan mampu menyerab tenang kerja hingga 20 ribu orang.

" Sebagai negara dengan cadangan nikel terbesar di dunia, Indonesia bisa menjadi produsen utama produk-produk yang berbasis nikel," ujar Jokowi.

Oleh karena itu, Jokowi meminta pemerintah pusat dan daerah untuk terus memberi dukungan pernuh terhadap realisasi proyek tersebut.

" Selain dapat membuka lapangan pekerjaan yang besar, investasi tersebut dapat memberikan tambahan pendapatan negara dan meningkatkan perekonomian," katanya.

Beri Komentar