Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Toyota Vios Disulap Jadi Traktor. (Foto: Shutterstock)
Dream – Tak jarang petani mencoba berbagai eksperimen untuk meningkatkan hasil panen. Salah satunya adalah menggunakan mobil untuk membajak sawah.
Dikutip dari Merdeka.com, Selasa 26 Oktober 2021, cara ini dilakukan oleh kelompok tani di Prigi, Trenggalek, Jawa Tengah. Mereka memodifikasi Toyota Vios menjadi pembajak sawah.
Dalam video di saluran Youtube BAPAK MUSTOFA KEPALA JENGGOT, modifikasi ini dilakukan setelah ada tetangga yang mengadu traktor rusak. Harga traktor dengan kualitas yang bagus mencapai Rp28 juta.
Seorang pria bernama Mustofa mengatakan harga traktor ini dilihat di salah satu platform e-commerce. “ Sekarang saya bereksperimen membuat traktor pembajak sawah dari Vios,” kata Mustofa.
Dia mengubah mobil bekas taksi itu jadi pembajak sawah. Roda besi besar di traktor dipindah ke roda belakang.
Mustofa mengubah pelek mobil dengan beberapa gerigi untuk kaki mobil depan. Lapisan karet pun telah dicopot.
Pria ini menyebut harga traktor lebih mahal daripada taksi bekas. Disebutkan harga taksi bekas berada di kisaran Rp25 juta untuk mobil keluaran 2005, sedangkan yang keluaran 2008-2009 harganya Rp30 jutaan.
Dengan begini, petani bisa dapat mobil untuk bepergian sehari-hari dengan fasilitas AC dan radio serta alat pembajak sawah.
“ Bisa dapat AC, dengarin radio,” kata dia.
Mustofa mengatakan eksperimen tidak akan berhenti. Disebutkan bahwa roda depan belum sempurna.
Ketika dicoba di tanah, kendaraan itu bisa berjalan lancar. Tapi, saat masuk tanah berlumpur, bagian depan amblas.
“ Kurang miring, jadi terlalu nancap ke tanah. Jadi kalau di sawah yang terlalu berlumpur sulit. Kalau yang nyemek airnya masih enak. Jadi ini ban depan mau diperbaiki seperti ban belakang,” kata dia.
Mustofa tak menyebutkan biaya modifikasi ini. Tapi, dia menyebut harganya masih wajar dan terjangkau.
Percobaan mobil bekas taksi itu menjadi lebih menarik. Petani bisa duduk santai di dalam mobil sembari membajak sawah. Ini bisa memberikan nilai plus terhadap dunia pertanian bagi anak muda.
“ Siapa tahu dengan adanya traktor kayak begini, anak-anak muda jadi suka ke sawah. Sekarang kan petani-petani itu yang anak muda jarang. Mungkin bertani enggak menarik bagi mereka,” kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya