Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan
Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?
10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah
Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol
8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli
5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa
8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi
Sumber : Wikipedia
DREAM.CO.ID — Di tengah beragam jajanan modern yang terus bermunculan, kerupuk melarat tetap menjadi salah satu camilan tradisional yang paling dicari wisatawan saat berkunjung ke Cirebon.
Camilan renyah berwarna-warni ini terkenal bukan hanya karena rasanya yang gurih, tetapi juga proses pembuatannya yang unik yakni digoreng tanpa minyak. Kerupuk melarat dibuat dengan cara digoreng menggunakan pasir panas.
Proses penggorengan ini merupakan tradisi yang telah turun-temurun dilakukan para perajin di wilayah Cirebon dan sekitarnya. Teknik ini membuat kerupuk mengembang sempurna dan memiliki tekstur ringan tanpa rasa berminyak.
Setelah matang, kerupuk biasanya disajikan bersama sambal asam pedas khas Cirebon yang menambah cita rasa.
Varian warnanya ada putih, merah muda, hingga hijau juga menjadi daya tarik tersendiri. Selain dijadikan camilan, kerupuk melarat sering dibawa sebagai oleh-oleh karena tahan lama dan harganya terjangkau.
Dilansir dari laman Wikipedia, kerupuk ini sangat cocok disantap pada musim kemarau. Selain karena diyakini mampu menambah selera makan, menyantap kerupuk melarat juga mampu membangkitkan semangat bekerja.
Kerupuk ini dibuat dari bahan dasar tepung tapioka. Untuk namanya sendiri, melarat berarti miskin. Kerupuk melarat disebut demikian karena digoreng tanpa menggunakan minyak, namun menggunakan pasir.
Bukan sembarang pasir. Namun pasir yang digunakan sudah dibersihkan dan melalui proses pengeringan serta penyaringan dengan cara diayak. Saat ini, pusat produksi kerupuk melarat berada di Kecamatan Weru.
Pemerintah daerah Cirebon bahkan mendorong perajin lokal untuk terus mempertahankan produk tradisional ini sebagai bagian dari identitas kuliner kota.
Dengan semakin banyaknya wisatawan yang mencari pengalaman kuliner autentik, kerupuk melarat diyakini akan terus bertahan dan menjadi ikon rasa dari Cirebon.
Advertisement
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?