Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
(Foto: Kami Idea)
Dream - Menggelar show tunggal merupakan harapan banyak desainer. Kesempatan itu menjadi sebuah pembuktian atas karya mereka dalam mengabdikan diri selama bertahun-tahun di dunia tata busana.
Tak terkecuali brand busana muslim Kami Idea yang akhirnya berhasil mewujudkan trunk show tunggal untuk pertama kalinya. Setelah 8 tahun berkiprah di dunia fashion, brand busana muslim ini tertarik mengusung tajuk Kami Idea Raya Presentation 2017 dengan menampilkan beberapa koleksi.

Bertempat di The Residence Onfive Grand Hyatt Hotel Jakarta pada Selasa, 23 Mei 2017 mereka menghadirkan 24 koleksi terbarunya.
Panggung dibuka dengan koleksi Haya yang terinspirasi dari keindahan capung. Hewan khas pedesaan ini menginspirasi ketiga desainer Istafiana Candarini, Nadya Karina, dan Afina Candarini untuk menciptakan motif serupa di atas busana simpel dan chic.
Sebagai serangga yang tidak berdaya, Capung dianggap memiliki kesederhanaan dan keanggunannya. Serta memiliki sisi-sisi yang dapat ditonjolkan dalam menggambarkan kehebatan tingkah laku seorang perempuan yang dewasa.
Koleksi Haya menjadi sebuah kejutan untuk para penggemar mereka. Pasalnya, koleksi kali ini menyuguhkan warna yang lebih soft, tapi tetap diperkuat dengan garis-garis yang cukup menonjol.

Sedangkan untuk cutting sengaja dibuat lebih clean, agar desain motifnya terlihat lebih menonjol.
“Kami Idea mempunyai ciri khas pada motif dan cutting baju yang simple dengan detail sentuhan feminin. Untuk koleksi Raya ini pun kita tetap menghadirkan ciri khas Kami namun dengan menyesuaikan motif dan warna yang cocok untuk dipakai pada saat Ramadhan dan Lebaran," ungkap Istafiana Candarini, Director of Kami Idea.
Sedangkan penampilan selanjutnya, dipamerkan koleksi Maze yang terinpirasi dari lika-liku labirin. Berbeda dengan koleksi Haya dan koleksi sebelumnya, motif Maze ini diprint di atas kain berbahan cotton.

Jika biasanya Kami Idea menggunakan bahan polycrepe, namun pada kesempatan kali ini dipilih bahan yang lebih nyaman.
"Apalagi jika baju dikenakan untuk bersilaturahmi di hari Idul Fitri, harus mengenakan baju yang bahan lebih bisa menyerap keringat, potongannya pun dibuat lebih longgar,"tutupnya mengakhiri penjelasan. (Ism)
Advertisement

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun


Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari