Siluet Mobil Anyar KIA. (Foto: Otosia)
Dream – Produsen otomotif asal Korea, KIA Motors Corporation tengah menyiapkan generasi terbaru Carnival. Mobil yang akan mengambil segment Mide-size MPV ini akan memulai debutnya pada musim panas ini.
Dikutip dari Otosia, Selasa 23 Januari 2020, generasi pertama KIA Carnival pertama kali dirilis pada 1998.
Carnival terbaru diklaim lebih kuat, lebih bergaya, detail baru futuristik, serta desain yang terinspirasi SUV. Bahkan desainer KIA menjuluki model barunya tersebut sebagai Grand Utility Vehicle.
Melihat bagian hidungnya, wajah baru Carnival memadukan lampu depan berteknologi tinggi dengan gril ikonik, tiger nose NIA. Desainer KIA menyebutnya symphonic architecture, dengan desain bagian depan yang menyatukan berbagai fitur teknis.
Dari sisi samping, ada sapuan garis tebal yang mencerminkan karakter kuat menjalar sepanjang mobil, menghubungkan lampu depan dan belakang, dengan desain glasshouse yang ditandai dengan sirip krom baru yang membentang mengelilingi bagian belakang.
KIA Carnival terbaru ini mulai dipasarkan di Korea pada kuartal ketiga 2020. Setelah itu menyusul penjualan global di beberapa negara menyusul, termasuk Indonesia.
Informasi Kia akan segera merilis gambar baru dan detail lebih lanjut tentang Kia Carnival generasi keempat.
Dream - KIA kembali meramaikan pasar otomotif Indonesia. Ini ditandai dengan mobil All New Seltos yang diboyong oleh PT Kreta Indo Artha (KIA).
Dikutip dari Liputan6.com, Senin 20 Januari 2020, pilihan untuk menjual mobil sport utility vehicle (SUV) memang bukan alasan. Presiden Direktur KIA, Andrew Nasuri, mengatakan SUV cocok digunakan di Indonesia. Dengan dimensi yang tinggi, pengendara bisa menyetir mobil dengan percaya diri.
![]()
" Dari segi kompetitor, memang di Indonesia ini sudah banyak ya atau ramai di pasar, seperti Honda HR-V, dan Toyota juga akan keluar tipe baru. Dan pasar ini memang sudah besar sekali di Indonesia, dan itu target kami," kata Andrew di sela-sela peluncuran All New Seltos di Jakarta.
Presiden Direktur PT Indomobil Sukses International (Tbk), Jusak Kertowidjojo, mengatakan pasar mobil terbesar pertama adalah MPV. Kemudian, yang kedua adalah SUV.
" Itu nomor dua terbesar di Indonesia, dan perkembangannya sangat cepat karena memang paling cocok dikendarai di Indonesia," kata Jusak.
Dengan modal yang dibawa All New Seltos, seperti desain yang agresif, interior mewah, performa mesin, dan fitur, All New Kia Seltos menjadi model yang paling baru dan cocok untuk menjadi strategi KIA masuk ke dalam pasar yang paling berkembang.
Sementara itu, berbicara strategi, pastinya berhubungan dengan pelayanan dan purnajual mobil asal Korea Selatan ini di Indonesia. Saat ini, PT KIA sendiri sudah memiliki 24 diler 2S dan 3S, yang tersebar di wilayah Jawa, Sumatera, dan Bali.
Untuk tahun ini, akan bertambah menjadi 38 dealer yang juga tersebar di seluruh Nusantara.
(Sumber: Liputan6.com/Arief Aszhari)
Dream – PT Indomobil Sukses International Tbk tak main-main dengan rencana akuisisi bisnis KIA di Indonesia. Perusahaan ini menggandeng PT Sarimitra Kusuma Ekajaya untuk membentuk perusahaan joint venture (JV), yaitu PT Kreta Indo Artha.
Dikutip dari keterbukaan di Bursa Efek Indonesia, Jumat 28 Juni 2019, perusahaan JV ini bergerak di bidang perdagangan dan industri kendaraan bermotor sejak 17 Mei 2019.
![]()
“ (Tujuannya untuk) menjalankan usaha perdagangan kendaraan bermotor roda empat atau lebih dengan menggunakan merek KIA,” kata Direktur Utama Indomobil, Jusak Kertowidjojo, di Jakarta.
Dengan pembentukan ini, Jusak optimistis bisa meningkatkan kinerja usaha di Indomobil Group dengan menambahkan variasi merek kendaraan bermotor yang ditawarkan kepada konsumen.
Jusak mengatakan Indomobil dan Sarimitra Kusuma Ekajaya merogoh uang Rp100 miliar untuk modal dasar usaha patungan yang ditempatkan. Modal yang ditempatkan sebesar Rp25 miliar untuk disetor.
Indomobil memegang 60 persen saham di perusahaan patungan. Nilai modal yang disetor sebesar Rp15 miliar.
Sebaliknya, Sarimitra Kusuma Ekajaya menyetor modal Rp10 miliar dan saham yang dipegang sebesar 40 persen. (Sah)