Kemegahan Kota Mekkah Menuai Kritik

Reporter : Ervina
Selasa, 13 Mei 2014 14:51
Kemegahan Kota Mekkah Menuai Kritik
Mekkah pun kian terlihat menawan dengan sejumlah bangunan mewah di sejumlah sudut kota. Sayangnya sejumlah penduduk kota suci tersebut merasa kehilangan identitas asli kota.

Dream - Unsur kenyamanan menjadi alasan utama renovasi area sekitar Masjidil Haram setiap tahunnya. Selain lebih nyaman, Mekkah pun kian terlihat menawan dengan sejumlah bangunan mewah di sejumlah sudut kota. Sayangnya sejumlah penduduk kota suci tersebut merasa kehilangan identitas asli kota.

Sejumlah gedung pencakar langit, pusat perbelanjaan, dan hotel-hotel mewah mulai menghiasi kota kelahiran Rasulullah itu. Monarki al-Saud menyebut Mekkah merupakan visi masa depan yang meliputi pembangunan gedung mewah di negara penghasil minyak terbesar di dunia itu. 

Bukan hanya pembangunan yang kian menjamur, jumlah penduduk kota Mekkah dan Madinah pun bertambah pesat. Namun seorang ulama asal Mekkah memastikan tidak akan ada kesenjangan antara sesama muslim. Kritikus justru menilai praktek kapitalisme di Mekkah dikhawatirkan menelanjangi' unsur spiritual di kota suci itu. 

Sejumlah arkeolog dan sejarawan Saudi yakin kekhawatiran itu tidak akan terwujud. Kesempatan untuk mengamankan situs bersejarah peninggalan kerajaan Arab Saudi hingga kini masih dapat dikendalikan.

Sami Angawi, pakar arsitektur Islam asal Saudi merasa prihatin dengan pesatnya pembangunan di kota Mekkah. Kepada Reuters, ia menyebut kondisi ini kontradiksi dengan sifat dan kesucian Mekkah sebagai rumah Allah.

" Secara historis Mekkah dan Madinah kental akan unsur spiritual, namun yang terjadi kini Anda tidak menemukan apa-apa kecuali gedung pencakar langit," ucap Sami.

Kekhawatiran paling mendesak Alawi ekspansi Masjidil Haram yang menelan biaya sekitar 690 miliar Euro. Seperti diketahui jika bangunan tersebut merupakan situs paling suci umat Islam yang didalamnya berisi Kabah, sebagai simbol berdoa muslim di seluruh dunia. 

Beri Komentar
Wajah Tegar BCL Saat Antarkan Jenazah Ashraf Sinclair