Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Program Belajar Bersama Universitas Paramadina
Dream - Kemampuan untuk berkomunikasi dengan jelas dan efektif di tempat kerja merupakan keterampilan universal yang selalu diminati di semua industri. Menguasai skill di bidang komunikasi dapat membantu personal terlihat sebagai kandidat yang berbeda.
Saat ini keterampilan komunikasi sudah berkembang menjadi beberapa karakter seperti presentasi, menyusun email, memberikan feedback, serta menegosiasikan kesepakatan bisnis. Ketua Pelaksana Program Belajar Bersama Aldi Rinaldi menjelaskan, skill komunikasi adalah kemampuan dasar seseorang untuk bisa beradaptasi dengan lingkungan kerja. Maka dari itu skill ini perlu ditanam sejak dini.
Kondisi tersebut membuat Aldi bersama lima mahasiswa Magister Coorporate Communication Paramadina University yang terdiri dari Ismoko Widjaya, Sigit Sutrisno, Selfie Miftahul Jannah, Falasifah, Yuliana Putri Apriyanto tergabung dalam projek sosial untuk memperkenalkan dunia kerja di sektor komunikasi pada anak-anak di Lebak Bulus.
" Kami ingin memberikan pengetahuan tentang profesi dunia komunikasi yang menjanjikan masa depan dan tentukan dibutuhkan banyak perusahaan, selain itu kami juga berharap dapat memberikan kebermanfaatan dengan memberikan satu hari di mana anak-anak dari Kelompok Asuh Pelita Hati dapat bergembira dan belajar secara riang bersama kami," kata Aldi saat ditemui di Kelompok Asuh Pelita Hati Lebak Bulus Jakarta Selatan, Sabtu 17 Juni 2023.
Koordinator Relawan Syahril Ramadan menjelaskan, Kelompok Asuh Pelita Hati Lebak Bulus Jakarta Selatan merupakan kelompok sosial yang bergerak di bidang pendidikan yang berfokus pada lapak pemulung Lebak Bulus. Pembelajaran yang dilakukan pun beragam, mulai dari agama sampai pendidikan formal.

" Jumlah anak anaknya itu ada skitar 95 orang yang rata-rata ada yang sekolah formal dan non formal. Disini kami ingin anak-anak ini setidaknya hafal ayat pendek di juz 30 dan akademiknya harus bisa mengecap kuliah, harapannya dengan adanya kelompok sosial ini, mereka bisa memperbaiki hidup melalui pendidikan," kata Syahril.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya